Ayah Taqy Malik Dituduh Lakukan Penyimpangan Seksual, Pakar Bongkar Hasrat Yang Jadi Penyebabnya
Instagram
Selebriti

Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik dituding melakukan penyimpangan seksual. Lantas kini seorang psikolog dan grafolog, Joice Manurung membongkar faktor yang melatarbelakangi pelaku melakukan penyimpangan seksual.

WowKeren - Mansyardin Malik, ayah dari Taqy Malik baru-baru ini dituding memiliki kelainan seksual. Kabar itu diungkjap oleh seorang wanita bernama Marlina yang mengaku sebagai istri sirinya.

Marlina mengklaim bahwa Mansyardin memaksanya berhubungan seksual dengan cara yang tidak wajar hingga mengalami cedera. Marlina mengaku dipaksa melayani sang suami saat sedang menstruasi dan diajak berhubungan seksual dari belakang.

Pengalaman yang dialami oleh Marlina Octoria pun mendapatkan tanggapan dari psikolog dan grafolog Joice Manurung. Joice menyebut pelaku kelainan seksual memiliki kenikmatan saat melakukan hubungan seks lewat anal. Ia juga menyebutkan beberapa faktor yang melatarbelakangi pelaku melakukan tindakan tersebut.

"Ada beberapa faktor yang bisa melatarbelakangi secara sederhana kita tau area dubur terdapat ujung saraf sensorik yang sensitif jika ada benda asing yang masuk dari luar hal tersebut bisa memunculkan sensasi kenikmatan secara seksual dan ini lah yang membuat pelakunya merasa bergairah dan ingin melakukan hal itu secara berulang," beber Joice Manurung seperti dikutip dari Insertlive, Senin (13/9).


Selain itu, pelaku penyimpangan seksual bisa jadi sedang dalam kondisi olfaktofilia yaitu adanya kenikmatan saat melakukan hubungan seksual dari bau atau aroma. Faktor ini juga bisa menumbuhkan gairah untuk bercinta bagi pelaku penyimpangan seksual.

"Faktor berikutnya bisa jadi berhubungan dengan kondisi olfaktofilia yaitu adanya fantasi seksual yang memunculkan dorongan seksual sehingga seseorang bisa melakukan aktivitas seksual yang biasanya tidak umum dan memunculkan kenikmatan seksual," paparnya.

"Olfaktofilia adalah kenikmatan seksual yang didapatkan dari bau yang melekat atau dimiliki oleh pasangannya jadi bau ini umumnya berasal dari dubur, alat kelamin, bawah ketiak. Bau ini yang akhirnya memunculkan gairah seksual hingga mencapai kenikmatan seksual," jelas Joice.

Namun jika kondisi tersebut mengganggu kehidupan dirinya dan orang lain, maka kondisi itu bisa disebut sebagai gangguan. "jika olfaktofilia ini kemudian bisa menggangu kehidupan dari pelakunya atau memunculkan penghinaan bagi dirinya dan pasangannya atau bisa mengancam kondisi pasangannya atau dirinya sendiri maka kondisi ini bisa digolongkan pada gangguan terutama bila sudah bersifat intens dan berlaku minimal enam bulan," pungkas Joice Manurung.

(wk/lail)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait