Ahli meteorologi memprediksi bakal terjadi Topan Chantu di wilayah pesisir Tiongkok. Menanggapi hal ini, pemerintah Shanghai menerapkan kebijakan untuk antisipasi bencana tersebut.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 13 September 2021 - 16:42 WIB
WowKeren - Belakangan ini, cuaca buruk memang sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Tiongkok. Topan Chanthu diprediksi bakal terjadi di wilayah pesisir Tiongkok.
Hal tersebut lantas membuat pihak berwenang di Shanghai dan wilayah sekitarnya telah membatalkan penerbangan dan layanan kereta api, serta memulangkan anak-anak dari sekolah di kala ancaman Topan Chanthu terhadap pantai timur Tiongkok. Badai ini diketahui memiliki kecepatan angin lebih dari 170 km per jam (105 mil per jam), diperkirakan akan menghanta, Shanghai.
Sementara itu, ahli meteorologi menyampaikan bahwa badai itu diperkirakan akan kehilangan intensitas angin saat mencapai Shanghai. Hal ini telah diturunkan dari topan super menjadi topan kuat pada Minggu (12/9) malam.
Meski demikian, ahli meteorologi menyebut bahwa badai itu masih akan membawa angin kencang dan hujan lebat di wilayah pesisir. Menanggapi hal ini, provinsi Zhejiang meningkatkan tanggap darurat ke tingkat tertinggi, menutup sekolah, dan menangguhkan atau menunda penerbangan dan layanan kereta api di beberapa kota.
Melansir Al Jazeera, kantor berita resmi Xinhua melaporkan bahwa Zhejiang juga mengeluarkan peringatan merah atas banjir bandang di sembilan distrik. Kemudian, pelabuhan peti kemas terbesar di Tiongkok yakni Ningbo menghentikan operasinya pada Minggu (12/9) waktu setempat.
Padahal Ningbo juga baru saja beroperasi usai berminggu-minggu berhenti lantaran adanya topan In-Fa pada akhir Juli lalu. Selain itu, juga dikarenakan adanya pembatasan COVID-19 pada pertengahan Agustus.
Sementara untuk berbagai penerbangan dari Shanghai di Bandara Internasional Pudong, telah dibatalkan sejak Senin (13/9) pukul 11.00 waktu setempat. Kemudian penerbangan dari Bandara Hongqiao juga telah dibatalkan sejak pukul 15.00 waktu setempat. Hal ini diumumkan oleh pemerintah Shanghai melalui akun resminya di WeChat.
Tidak hanya itu, pemerintah Shanghai juga menangguhkan layanan impor dan ekspor peti kemas di terminal pelabuhan mulai Senin (13/9) hingga pemberitahuan lebih lanjut. Adapun layanan angkutan massal di beberapa jalur yang melayani distrik selatan kota dan taman, tempat wisata luar ruangan, serta taman bermain juga akan ditutup pada Senin dan Selasa, begitu juga dengan kelas.
(wk/tiar)