Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menyerukan agar 80 persen wilayah Amazon dan 30 persen permukaan bumi untuk ditetapkan sebagai kawasan lindung.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 September 2021 - 17:01 WIB
WowKeren - Kongres konservasi alam yang paling berpengaruh di dunia telah membuat resolusi terkait pemulihan satwa liar. Diketahui, jumlah satwa liar yang ada di alam kian berkurang karena banyak faktor termasuk salah satunya perburuan liar.
Pada Jumat (10/9), Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), menggelar pertemuan di Marseille. Pertemuan ini menyerukan agar 80 persen wilayah Amazon dan 30 persen permukaan bumi yang terdiri dari darat dan laut, untuk ditetapkan sebagai kawasan lindung.
Langkah ini diharapkan mampu menghentikan dan mengembalikan satwa liar yang hilang. Meski tidak menetapkan kebijakan global, tetapi rekomendasi IUCN di masa lalu telah menjadi dasar perjanjian dan konvensi PBB. Mereka akan membantu mengatur agenda KTT PBB mendatang tentang sistem pangan, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim.
Sebuah kelompok yang mewakili lebih dari dua juta masyarakat adat di sembilan negara Amerika Selatan COICA mengajukan mosi darurat yang menyerukan empat perlima lembah Amazon agar dinyatakan sebagai kawasan lindung pada tahun 2025. Mosi ini pun disahkan dengan dukungan yang luar biasa.
"Masyarakat Adat telah mempertahankan rumah kita," kata Jose Gregorio Diaz Mirabal selaku koordinator umum COICA. "Dengan melakukan itu, artinya kita melindungi planet ini. Gerakan ini adalah langkah pertama."
Selama dua dekade terakhir, Amazon telah kehilangan sekitar 10.000 kilometer persegi setiap tahun karena deforestasi. Sebagian besar disebabkan karena kebakaran yang sengaja dilakukan untuk membuka lahan untuk pertanian komersial atau beternak.
Hal lain yang hangat didiskusikan dalam pertemuan itu adalah bahwa 30 persen dari daratan dan lautan di planet ini seharusnya memiliki status dilindungi dalam satu dekade. Zona yang dipilih harus mencakup "hotspot keanekaragaman hayati" yang bergabung dengan kehidupan hewan dan tumbuhan. Banyak ilmuwan dan konservasionis yang mengajukan target yang lebih ambisius yakni 50 persen bagian bumi sebagai kawasan lindung.
Faktor utama yang mendorong penurunan dan kepunahan spesies adalah hilangnya habitat, perburuan makanan, perburuan bagian tubuh hewan, spesies invasif, dan pencemaran lingkungan. Perubahan iklim yang cepat juga mulai tampak sebagai ancaman bagi satwa liar.
(wk/zodi)