Dibanding varian-varian virus corona yang sudah ada sebelumnya, varian Mu adalah yang paling resisten terhadap vaksin namun bukan berarti varian Mu membuat vaksin tidak efektif.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 14 September 2021 - 13:26 WIB
WowKeren - Para ilmuwan Jepang menemukan jika varian baru virus corona, Mu, memiliki kekebalan lebih tinggi terhadap antibodi dibanding strain pertama. Varian Mu disebut lebih dari tujuh kali lebih tahan terhadap antibodi yang dibuat oleh vaksinasi daripada jenis virus asli.
Kendati demikian, Kei Sato, profesor virologi di Institut Ilmu Kedokteran Universitas Tokyo (IMS) menegaskan bahwa meskipun varian ini memiliki kekebalan lebih tinggi namun bukan berarti varian Mu membuat vaksin tidak efektif.
"Varian Mu tidak membuat vaksin tidak efektif," ujarnya. "Juga tidak memerlukan tindakan anti-virus baru di tingkat individu."
Namun ia menggarisbawahi bahwa dibanding varian-varian virus corona yang ada sebelumnya, Mu adalah yang paling resisten terhadap vaksin. "(Tetapi) kami menemukan bahwa varian tersebut adalah yang paling resisten terhadap antibodi di antara jenis virus yang terdeteksi sebelumnya," tambahnya.
Menurutnya, untuk saat ini sangat penting untuk melakukan identifikasi terhadap varian virus yang menyebar di masyarakat. Sebab dengan begitu, manusia dapat melakukan analisis genom untuk mengetahui informasi yang lebih terperinci mengenai genetik virus.
"Sangat penting untuk mengidentifikasi jenis varian apa yang menyebar," ujarnya melanjutkan. "Itu akan membutuhkan perluasan kapasitas untuk melakukan analisis genom, yang dapat memberikan informasi genetik terperinci dari virus."
Organisasi Kesehatan Dunia telah menambahkan varian Mu ke dalam daftar strain virus yang bermutasi yang dipantau dan dilacak penyebarannya. Varian ini pertama kali terdeteksi di Kolombia.
Varian Mu lebih mungkin mengurangi efektivitas antibodi yang dihasilkan dari vaksinasi daripada jenis virus lainnya. Tetapi beberapa kekebalan yang diperoleh melalui inokulasi bekerja dengan mekanisme yang berbeda dari antibodi.
WHO telah menetapkan varian Mu sebagai varian yang menarik pada pada 30 Agustus lalu. Varian ini telah menyebar di sejumlah negara termasuk Jepang.
Kementerian kesehatan Jepang pertama kali mengumumkan bahwa varian tersebut terdeteksi pada dua pelancong dari luar negeri pada pemeriksaan karantina bandara di Jepang. Kedua wanita itu berasal dari Uni Emirat Arab dan Inggris.
(wk/zodi)