Kini menjadi panutan dan inspirasi banyak kaum hawa karena kisah perjalanan hidupnya, begini kata Larissa Chou saat ada seorang netizen yang meminta izin untuk meniru namanya.
- Septi Fatmawati
- Selasa, 28 September 2021 - 15:26 WIB
WowKeren - Nama Larissa Chou mungkin sudah tak asing lagi di telinga sebagian masyarakat Indonesia saat ini. Sosoknya belakangan kerap jadi perbincangan sejak perpisahan dan kandasnya rumah tangga bersama Muhammad Alvin Faiz.
Kisah Larissa sebagai mualaf serta perjuangannya kini yang menjadi single parent kerap dijadikan panutan oleh banyak orang khususnya para kaum hawa. Tak heran jika lantas banyak yang ingin belajar darinya, salah satunya melalui sesi tanya jawab yang dibuka Larissa belum lama ini di jagat maya.
Larissa sempat menjawab beberapa pertanyaan menarik seperti perasaan menjadi single mom hingga kiat memaafkan. Tak hanya itu, Larissa juga memberikan respons tak terduga atas permintaan seorang netizen.
Warganet yang mengagumi sosok Larissa bahkan ingin meniru namanya kelak jika dikaruniai anak perempuan. Ia pun meminta izin terlebih dahulu kepada ibu satu anak ini.
Larissa Chou tak langsung menyampaikan jawaban iya atau tidaknya. Alih-alih ia mengisyaratkan memberi izin dengan menjawab singkat tapi manis lantaran meluapkan perasaan harunya.
“Hallo cici, aku boleh ga pake nama cici kalo nanti aku punya anak perempuan?” tanya seorang netizen. “Terharu,” jawab Larissa Chou menambahkan emotikon dengan mata berkaca-kaca dan banyak hati merah.
Tak hanya soal nama, Larissa juga sempat menjawab permintaan lain saat ditanya motivasi kala terpuruk. “Ci motivasi dong kalau kita lagi di posisi paling down sekalipun. Terus ujian silih berganti datang lalu pergi,” tanya netizen tersebut.
Larissa dengan bijak mengungkapkan pemikirannya jika hal tersebut wajar terjadi. Menurutnya manusia akan selalu mendapatkan ujiannya masing-masing. Namun menurut Larissa yang terpenting adalah cara dalam menghadapi ujian itu sendiri.
“Namanya DUNIA dan namanya HIDUP ya begini. Sampai kita nanti wafat dan kematian lah yang jadi tempat peristirahatan terakhir kita akan selalu diuji,” ucap Larissa Chou. “Tinggal kita yang bisa melalui ujian itu dengan iman atau malah menjadi manusia yang membuang2 waktu hanya untuk mengejar duniawi,” tandasnya.
(wk/sept)