Studi Terbaru Sebut Polusi Udara Jadi Penyebab 6 Juta Bayi di Dunia Terlahir Prematur
Pixabay
Dunia

Polusi dalam ruangan yang dimaksud sebagian besar berasal dari kompor masak yang menggunakan batu bara atau kayu sebagai bahan bakar seperti yang banyak dijumpai di negara berkembang.

WowKeren - Polusi yang dihasilkan oleh aktivitas manusia telah diketahui menimbulkan berbagai dampak terhadap kesehatan. Kekinian menurut penelitian terbaru, polusi udara disebut memiliki kemungkinan memiliki keterkaitan terhadap 6 juta kelahiran bayi prematur dan 3 juta bayi dengan berat badan kurang di seluruh dunia setiap tahunnya.

Analisis tersebut menggabungkan hasil beberapa studi ilmiah. Ini adalah yang pertama menghitung total beban global dari gabungan polusi udara luar dan dalam ruangan. Penemuan terbaru tersebut menunjukkan bahwa polusi dalam ruangan menyumbang hampir dua pertiga dari total beban polusi pada kehamilan pada 2019.

Adapun polusi dalam ruangan yang dimaksud sebagian besar berasal dari kompor masak yang menggunakan batu bara atau kayu sebagai bahan bakarnya. Situasi seperti ini masih banyak terjadi terutama di negara berkembang seperti di beberapa wilayah Asia Tenggara dan Afrika sub-Sahara.


Rakesh Ghosh, seorang ahli epidemiologi di University of California, San Francisco sekaligus peneliti utama dalam studi tersebut, mengatakan bahwa paparan polusi udara dalam ruangan justru membawa beban yang jauh lebih berat. Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Plos Medicine tersebut, ia menambahkan bahwa berangkat dari kondisi semacam itu maka penting untuk meminimalkan paparan polusi rumah tangga terhadap ibu hamil.

"Pada tingkat individu, paparan polusi udara dalam ruangan tampaknya membawa beban yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat luar ruangan," kata Rakesh. "Jadi, meminimalkan paparan polusi rumah tangga, sejauh mungkin, harus menjadi bagian dari pesan selama perawatan prenatal, terutama di mana polusi rumah tangga lazim."

Polusi udara biasanya diukur berdasarkan paparan materi partikulat yang memiliki ukuran lebih kecil dari 2,5 mikron. Jika terhirup, ukuran partikel yang sangat kecil tersebut memungkinkan mereka untuk diserap jauh ke dalam aliran darah sehingga berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang luas. Untuk penelitian ini, tim Ghosh memeriksa 108 makalah penelitian tentang polusi dalam dan luar ruangan yang berkorelasi dengan empat risiko kehamilan utama.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait