Kesimpulan itu didapat setelah para peneliti dari organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC menganalisis data dari hampir 50.000 sistem air dari seluruh AS.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 04 November 2021 - 18:31 WIB
WowKeren - Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa puluhan juta penduduk Amerika Serikat telah meminum air yang terkontaminasi. Hal itu tak lepas dari kondisi infrastruktur yang rusak dan polusi dari "zat kimia selamanya" beracun.
Air yang telah terkontaminasi itu berpotensi meningkatkan risiko kanker dan penyakit lainnya. Kelompok Kerja Lingkungan (EWG) melaporkan pada hari Rabu (3/11) bahwa sebanyak 56 kontaminan baru telah ditemukan di air keran AS selama dua tahun terakhir. Termasuk di antaranya adalah pestisida dan bahan radioaktif.
Kesimpulan itu didapat setelah para peneliti dari organisasi nirlaba yang berbasis di Washington, DC menganalisis data dari hampir 50.000 sistem air dari seluruh AS. David Andrews, seorang ilmuwan senior di EWG mengatakan kepada Al Jazeera bahwa temuan itu cukup mengejutkan para peneliti.
Ia mengatakan bahwa pemahaman ilmiah manusia mengenai kesehatan terus mengalami perkembangan. Namun ternyata di lain sisi standar air minum justru tidak diperbarui.
"Sangat mengejutkan dan membuat frustrasi betapa sedikit yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas air di seluruh negeri," kata Andrews. "Pemahaman ilmiah kami tentang kesehatan telah berkembang, tetapi standar air minum kami tidak diperbarui dengan sains paling modern."
Andrews kemudian mencontohkan peraturan nasional AS untuk air. Aturan itu disebutnya tidak mencakup standar untuk kelas bahan kimia yang lebih baru yang dikenal sebagai PFAS. Bahan kimia ini biasa digunakan dalam pembuatan pelapis anti lengket, teflon, dan produk lainnya.
Adapun penyebutan "zat kimia selamanya" ini bukan tanpa alasan. Dijuluki demikian karena bahan kimia ini bersifat menumpuk di tubuh manusia dan tidak rusak dalam lingkungan. EWG melaporkan bahwa PFAS dalam dosis kecil telah dikaitkan dengan kanker ginjal, hati dan pankreas, respons sistem kekebalan yang lebih lemah dan masalah kesehatan serius lainnya.
Andrews menambahkan, "Tidak ada standar air minum federal untuk menguji bahan kimia PFAS ini." Sementara itu, Presiden Joe Biden telah menyampaikan strategi pengaturan bahan kimia PFAS namun belum diimplementasikan.
(wk/zodi)