Meskipun Lucasfilm belum secara resmi mengomentari masalah ini, salah satu sumber menyebutkan adanya perbedaan kreatif antara studio dan sutradara Patty Jenkins
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 15 November 2021 - 16:54 WIB
WowKeren - Belum lama berselang ketika beberapa waktu lalu "Star Wars: Rogue Squadron" diharapkan menjadi film "Star Wars" berikutnya yang akan diputar di bioskop. Pada satu titik, itu akan memasuki tahap pra-produksi pada akhir tahun ini dan fotografi utama akan dilakukan pada awal 2022.
Namun sayangnya, kabar kurang menyenangkan datang ketika film tersebut telah ditunda tanpa batas waktu dan kemungkinan tidak akan lagi memenuhi tanggal rilis, sebagaimana dijadwalkan yakni 22 Desember 2023. Meskipun Lucasfilm belum secara resmi mengomentari masalah ini, salah satu orang dalam dari The Hollywood Reporter menunjukkan adanya perbedaan kreatif antara studio dan sutradara Patty Jenkins.
Disinyalir, perbedaan kreatif itulah yang menyebabkan terjadinya penundaan. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah kedua belah pihak akan dapat kembali bekerja sama di kemudian hari. Laporan terbaru datang dari mantan editor THR Matthew Belloni.
Ia mengatakan bahwa Jenkins frustrasi oleh manajemen mikro dari eksekutif Lucasfilm yang terpilih. Ia pun akhirnya memilih untuk mengejar peluang lain sementara Lucasfilm berupaya memperbaiki masalah internalnya. Namun bagi Belloni, itu bukan hal yang tak biasa.
"Itu bukan hal yang aneh, tentu saja, tapi itu adalah masalah berulang yang menggelikan di Lucasfilm di bawah presiden Kathleen Kennedy," tulis Belloni dalam edisi terbaru buletinnya. "Para agen berkata jika sutradara papan atas sangat ingin membuat film Star Wars sampai mereka menandatangani dan menjalani mikromanajemen proses plot-point-by-committee."
Ia lebih lanjut mengatakan bahwa hal tersebut terjadi pada orang-orang di "Game of Thrones", David Benioff dan Dan Weiss, yang disewa untuk membuat trilogi baru tetapi kemudian ditahan. "Itu juga terjadi pada Rian Johnson, penulis dan sutradara The Last Jedi 2017, yang rencana triloginya sendiri dibatalkan," tambahnya.
Sedangkan Jenkins, disebutnya enggan bermain-main. Terlebih lagi ia telah memiliki proyek lain terutama "Wonder Woman 3" di Warner Bros., di mana dia menikmati lebih banyak kebebasan untuk berkreasi.
(wk/zodi)