Olaf Scholz merupakan Wakil Kanselir dan Menteri Keuangan Jerman sejak tahun 2018. Ia dipilih oleh parlemen Jerman untuk menggantikan Angela Merkel yang pensiun setelah 16 tahun menjabat sebagai kanselir.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 08 Desember 2021 - 18:53 WIB
WowKeren - Olaf Scholz resmi dipilih oleh parlemen Jerman untuk menggantikan Angela Merkel yang akhirnya pensiun setelah 16 tahun menjabat. Dengan demikian, Scholz akan menjadi Kanselir Jerman ke-9 pasca Perang Dunia II.
Pemungutan suara anggota parlemen menunjukkan hasil 395-303 dengan mayoritas memilih Scholz sebagai kanselir. Enam suara abstain. Adapun koalisi tiga partai Scholz memegang 416 kursi di majelis rendah parlemen dari total 736 kursi.
Usai berhasil terpilih sebagai Kanselir Jerman berikutnya, Scholz melakukan fistbump dengan anggota parlemen dari seluruh spektrum politik. Ia akan secara resmi ditunjuk sebagai kanselir oleh presiden Jerman dan dilantik oleh ketua parlemen pada Rabu (8/12) malam waktu setempat.
Merkel, yang tidak lagi menjadi anggota parlemen, melihat dari galeri penonton saat parlemen memilih Scholz. Anggota parlemen memberinya tepuk tangan meriah saat sesi dimulai.
Pemerintahan Scholz diharapkan untuk memodernisasi Jerman dan memerangi perubahan iklim. Namun mereka juga menghadapi tantangan langsung dalam menangani fase terberat negara itu dari pandemi virus corona.
Sebagai informasi, Scholz merupakan Wakil Kanselir dan Menteri Keuangan Jerman sejak tahun 2018. Koalisinya yang terdiri atas Partai Sosial Demokrat, Partai Hijau, dan Partai Demokrat Bebas menggambarkan penyatuan mantan rival mereka sebagai aliansi progresif yang akan membawa energi baru ke negara itu.
"Kami sedang mencoba keberangkatan baru, yang mengambil tantangan utama dekade ini dan jauh di luar itu," kata Scholz pada Selasa (7/12). "Jika partai-partai berhasil, itu adalah mandat untuk dipilih kembali bersama pada pemilihan berikutnya."
Pekan lalu, Scholz mengungkapkan "kesulitan" memerintah dengan blok Merkel kepada partainya. Kesepakatan untuk membentuk pemerintahan koalisi antara tiga partai yang memiliki perbedaan signifikan sebelum pemilu dicapai dengan relatif cepat dan harmonis.
"Jika kerja sama yang baik yang berjalan saat kami membentuk pemerintahan terus bekerja, itu akan menjadi waktu yang sangat, sangat baik untuk tugas-tugas yang ada di depan kami," kata Scholz.
(wk/Bert)