Pemerintah Kanada mengatakan tidak akan mengirim pejabat pemerintah ke Olimpiade Beijing tahun depan. Sebelumnya, ada AS dan Australia yang mengambil keputusan serupa.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 09 Desember 2021 - 11:38 WIB
WowKeren - Semakin bertambah jumlah negara yang memutuskan untuk melakukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022. Beberapa hari lalu, dilaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bahwa negaranya tak akan mengirimkan delegasi pemerintah ke gelaran olahraga tersebut.
Kemudian, ada Australia yang menyusulnya dengan mengambil keputusan yang sama. Kini, ada Kanada yang turut bergabung ke jajaran tersebut.
Pada Rabu (8/12), pemerintah Kanada mengatakan tidak akan mengirim pejabat pemerintah ke Olimpiade Beijing tahun depan. Pengumuman itu muncul setelah Australia dan Inggris mengatakan pada hari sebelumnya bahwa mereka juga akan terlibat dalam boikot diplomatik, mengikuti jejak AS.
Senada dengan Biden, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa keputusan itu diambil terkait keprihatinan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah Tiongkok. Meski demikian, ia mengatakan bahwa pemerintah akan tetap mengirim para atletnya untuk beradu tanding di sana.
"Kami sangat prihatin dengan pelanggaran hak asasi manusia yang berulang kali dilakukan oleh pemerintah Tiongkok," ujarnya. "Itulah sebabnya kami mengumumkan hari ini bahwa kami tidak akan mengirim perwakilan diplomatik ke Olimpiade Beijing atau Paralimpiade musim dingin ini."
Pada Rabu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan bahwa pemerintahnya tidak mengirim menteri atau perwakilan lainnya ke Olimpiade Beijing. Ia mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintahnya merencanakan boikot diplomatik yang efektif.
"Akan ada boikot diplomatik secara efektif terhadap Olimpiade Musim Dingin di Beijing," kata Johnson. "Tidak ada menteri yang diharapkan hadir dan tidak ada pejabat."
Sementara itu, negara tetangganya sendiri, Jepang, masih belum menentukan sikap. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan pada hari Selasa (7/12) bahwa dia akan membuat keputusan mengenai masalah tersebut dengan mempertimbangkan kepentingan nasional negaranya. Sedangkan sebelumnya, Tiongkok telah mengingatkan Jepang atas dukungannya terhadap Olimpiade Tokyo pertengahan tahun lalu.
(wk/zodi)