Pada Rabu lalu, Garg memecat 900 karyawan Better.com secara massal saat melangsungkan panggilan lewat Zoom. Klip video panggilan itu sempat viral awal pekan ini.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 09 Desember 2021 - 14:07 WIB
WowKeren - Seorang bos perusahaan startup telah meminta maaf usai mengambil langkah yang bagi sebagian orang mungkin cukup ekstrem. Bos situs hipotek startup tersebut sebelumnya telah melakukan pemecatan massal terhadap karyawannya melalui panggilan Zoom pekan lalu.
Tak tanggung-tanggung, jumlah karyawan yang dipecatnya mencapai 900 orang. Caranya menuai sorotan lantaran dianggap gagal menunjukkan rasa hormat. Kepala eksekutif perusahaan hipotek Better.com Vishal Garg mengakui bahwa apa yang dilakukannya sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat.
"Saya gagal menunjukkan rasa hormat dan penghargaan yang sesuai," ujarnya. "Untuk individu yang terkena dampak dan kontribusi mereka untuk Better."
Garg mengaku menyesal bahwa komunikasinya kurang bijaksana dan meminta maaf karena telah mempermalukan karyawannya. Adapun keputusan untuk merumahkan ratusan karyawan tersebut memang berasal dari dirinya.
"Saya menyadari cara saya menyampaikan berita ini membuat situasi yang sulit menjadi lebih buruk. Saya sangat menyesal," tambahnya. "Saya gagal menunjukkan rasa hormat yang sesuai."
Sebagaimana diketahui, pada Rabu lalu, Garg memecat 900 karyawan hipotek Better.com secara massal saat melangsungkan panggilan lewat Zoom. Klip video panggilan itu dengan segera menjadi viral awal pekan ini.
Caranya memberhentikan karyawan mengundang komentar di media sosial, di mana ia dianggap tidak manusiawi untuk melakukan itu. Betapa tidak, ketika melakukan panggilan lewat Zoom tersebut, Gar mengatakan jika mereka yang tergabung dalam panggilan itu, artinya mereka masuk jajaran orang yang tidak beruntung.
"Jika Anda menerima panggilan ini, Anda adalah bagian dari kelompok kurang beruntung yang diberhentikan," katanya dalam video itu. "Pekerjaan Anda di sini dihentikan. Ini akan segera berlaku efektif."
CEO memberi tahu karyawan bahwa Better.com memberhentikan sekitar 15 persen tenaga kerjanya. Adapun beberapa faktor alasannya karena penurunan pasar, efisiensi, dan kinerja. Ia pun mengakui bahwa sebenarnya ia tidak ingin mengambil keputusan sulit itu.
"Saya berharap beritanya berbeda. Saya berharap kami berkembang," katanya. "Ini adalah kedua kalinya dalam karier saya, saya melakukan ini dan saya tidak ingin melakukan ini. Terakhir kali saya melakukannya, saya menangis."
(wk/zodi)