Maskapai telah berjuang sekuat tenaga untuk bertahan dengan mengenakan biaya tambahan bakar dan kenaikan tarif, terutama di tengah rendahnya permintaan saat pandemi COVID-19.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 08 Maret 2022 - 16:52 WIB
WowKeren - Sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia berpotensi memberikan dampak yang luas. Pasalnya, Rusia memiliki integrasi yang erat ke dalam industri penerbangan global sejak berakhirnya Perang Dingin.
Itu artinya sanksi yang terkait dengan invasinya ke Ukraina dinilai akan memberikan konsekuensi yang sangat besar dibanding dengan pembekuan sebelumnya di Iran dan Korea Utara.
Produsen, lessor, asuransi dan penyedia perawatan untuk operator Rusia seperti Aeroflot, S7 Airlines dan AirBridgeCargo menjadi yang terkena sanksi langsung. Sementara itu di lain sisi, maskapai asing mulai goyah dengan harga minyak yang naik.
Masalah itu juga diperburuk dengan rute yang lebih panjang yang harus mereka ambil untuk melewati wilayah udara di atas Rusia yang diperkirakan akan menaikkan harga tiket dan tarif angkutan udara.
Sebagaimana diketahui, harga minyak telah melonjak ke level tertinggi sejak 2008 ketika Amerika Serikat mengatakan rencananya untuk melarang impor minyak Rusia. Sementara itu, beberapa maskapai telah berjuang sekuat tenaga untuk bertahan dengan mengenakan biaya tambahan bakar dan kenaikan tarif, terutama di tengah rendahnya permintaan saat pandemi COVID-19.
Harga minyak yang tinggi dalam beberapa kasus diperparah oleh kebijakan yang mengharuskan jalur penerbangan memutar. Ini diperlukan untuk menghindari wilayah udara Rusia setelah larangan timbal balik yang dapat menambah hingga 3,5 jam terbang.
Belum selesai, dampak terbesar adalah pada penerbangan antara Eropa dan tujuan Asia utara seperti Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok. Sedangkan rute lain yang terkena dampak termasuk antara Asia Tenggara-Eropa dan Amerika Serikat-India.
Tak hanya minyak, waktu penerbangan yang lebih lama juga akan berdampak pada biaya staf yang lebih tinggi. Pengangkutan kargo juga bisa jadi akan lebih sedikit. Brendan Sobie, seorang analis penerbangan independen yang berbasis di Singapura mengatakan hal itu juga akan meningkatkan biaya perawatan yang lebih tinggi.
"Kekhawatiran lain adalah dampak pada permintaan penumpang internasional di beberapa pasar," ujarnya. "Yang mengakibatkan kemunduran dalam pemulihan keseluruhan perjalanan udara internasional."
(wk/zodi)