Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Senin (7/3), Zelenskyy mengakui bahwa tampaknya NATO sendiri belum siap untuk menerima Ukraina sebagai anggotanya.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 09 Maret 2022 - 14:23 WIB
WowKeren - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyatakan bahwa dirinya tidak akan lagi mendesak untuk bisa mendapatkan keanggotaan NATO bagi negaranya. Sebagaimana diketahui, ini telah menjadi salah satu masalah sensitif yang melatarbelakangi langkah Rusia untuk melakukan invasi ke negara itu.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung soal dua wilayah pro-Rusia yang memisahkan diri yang diakui Presiden Vladimir Putin sebagai independen sebelum invasi pada 24 Februari lalu. Ia menyatakan bersedia untuk berkompromi pada status kedua wilayah itu.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Senin (7/3) malam di ABC News, Zelenskyy mengakui bahwa tampaknya NATO sendiri belum siap untuk menerima Ukraina sebagai anggotanya. Mereka, disebutnya masih belum siap jika harus berkonfrontasi dengan Rusia.
"Saya telah tenang mengenai pertanyaan ini sejak lama setelah kami memahami bahwa NATO tidak siap untuk menerima Ukraina," kata Zelenskyy. "Aliansi takut akan hal-hal kontroversial, dan konfrontasi dengan Rusia."
Terkait dengan keanggotaan NATO, Zelenskyy mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi presiden dari "negara yang memohon sesuatu dengan berlutut". Sementara itu, Rusia mengatakan jika negara itu tak ingin Ukraina bergabung dengan NATO, yang merupakan aliansi transatlantik yang dibuat pada awal Perang Dingin untuk melindungi Eropa dari Uni Soviet.
Melansir AFP, beberapa tahun terakhir aliansi telah berkembang lebih jauh ke timur untuk mengambil negara-negara bekas blok Soviet. Tak pelak hal ini membuat marah Kremlin. Rusia melihat pembesaran NATO sebagai ancaman.
Adapun dua wilayah yang diakui Putin adalah Donetsk dan Lugansk, yang sejak tahun 2014 telah berperang dengan Kyiv. Putin ingin Ukraina juga mengakui dua wilayah tersebut sebagai negara yang berdaulat dan mandiri.
"Mereka belum diakui oleh siapa pun kecuali Rusia, republik semu ini. Tetapi kita dapat mendiskusikan dan berkompromi bagaimana wilayah ini akan terus hidup," ujar Zelenskyy. "Yang penting bagi saya adalah bagaimana orang-orang di wilayah itu akan hidup, yang ingin menjadi bagian dari Ukraina."
(wk/zodi)