Thailand Pastikan Mi Instan Aman, Awasi Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Harga Pupuk
Dunia

Harga pupuk dalam negeri saat ini telah meningkat lebih dari 100 persen dari periode yang sama tahun lalu di Thailand, yang mana hal itu didorong oleh kenaikan biaya produksi.

WowKeren - Departemen Perdagangan Dalam Negeri Thailand buka suara menanggapi isu terkait kenaikan harga mi instan. Mereka membantah pemberitaan media lokal yang menyatakan bahwa produsen mi instan akan menaikkan harga seiring dengan kenaikan biaya produksi.

Direktur jenderal departemen Wattanasak Sur-iam mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi secara teratur dengan produsen mi instan. Mereka bersikeras bahwa mereka hanya menaikkan harga grosir produk mereka atau menurunkan diskon dagang yang ditawarkan ke toko-toko eceran, bukan harga eceran.

Wattanasak mengatakan jika produsen akan mematuhi janji untuk bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan untuk membantu membatasi harga produk mereka. Terkait laporan bahwa produsen susu segar dan susu kental berencana menaikkan harga pada Maret atau April, dia mengatakan departemen perlu mempertimbangkan struktur biaya produksi terlebih dahulu.

Wattanasak mengatakan setiap produsen yang ingin menaikkan harga jual mereka karena biaya produksi yang lebih tinggi diminta untuk mengajukan permintaan mereka ke departemen. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya terus memantau dampak perang Rusia-Ukraina pada harga pupuk.


Asosiasi Pupuk dan Perlengkapan Pertanian Thailand sebelumnya telah mengajukan surat kepada menteri perdagangan. Mereka meminta pemerintah untuk meninjau kebijakan penetapan harga dan mengizinkan pengusaha menaikkan harga pupuk seiring dengan biaya produksi yang lebih tinggi.

Harga pupuk dalam negeri saat ini telah meningkat lebih dari 100 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang mana hal itu didorong oleh kenaikan biaya produksi. Plengsakdi Prakaspesat, presiden Asosiasi Pupuk dan Perlengkapan Pertanian Thailand, mengatakan pada hari Senin bahwa pedagang dan produsen pupuk lokal telah menghadapi kenaikan biaya produksi sejak akhir tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, pasar pupuk dalam negeri Thailand telah mencapai titik kritis setelah Rusia merekomendasikan produsen pupuknya untuk menghentikan sementara ekspor pekan lalu. Sementara Rusia sendiri merupakan pengekspor pupuk terbesar di dunia.

Rusia adalah produsen utama pupuk yang mengandung kalium, fosfat, dan nitrogen, yang merupakan nutrisi tanaman dan tanah utama. Negara ini menghasilkan lebih dari 50 juta ton pupuk per tahun, yang merupakan sekitar 25 persen dari produksi dunia.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait