Rumah Sakit di Thailand Salah Kirim Jenazah COVID ke Keluarga Pasien yang Masih Hidup
EPA
Dunia

Jenazah COVID tertukar dengan pasien yang masih hidup di sebuah rumah sakit di Thailand. Hal itu terungkap ketika keluarga menemukan jika pasien yang masih dirawat bukanlah ayahnya.

WowKeren - Betapa terkejut dan bingungnya seorang anak yang ingin mengunjungi orangtuanya di rumah sakit malah menemukan orang lain diidentifikasi sebagai sang ayah. Hal itu dialami soerang wanita di Thailand ketika mengunjungi sang ayah di salah satu rumah sakit di Thailand.

Belakangan diketahui bahwa pihak rumah sakit ternyata secara tidak sengaja mengganti informasi identitas dua pasien COVID-19. Ayah wanita itu ternyata telah meninggal pada bulan Januari dan tubuhnya mungkin telah dikirim ke keluarga lain untuk pemakaman dan kremasi.

Wanita, yang diidentifikasi di media Thailand sebagai "Thusupa" itu mengatakan bahwa sang ayah yang berusia 66 tahun menderita gejala Alzheimer dan tinggal di panti jompo. Ayahnya dan orang lain di panti jompo itu dikirim ke Rumah Sakit Pathum Thani setelah dinyatakan positif COVID-19 pada Januari lalu.


Senin (7/3), Thusupa mengatakan bahwa rumah sakit menghubunginya untuk berkunjung dan menghabiskan saat-saat terakhir dengan sang ayah yang berada dalam kondisi parah. Saat pergi menemuinya, Thusupa mengatakan bahwa pasien di tempat tidur itu bukan ayahnya. Perawat pun sempat ngeyel dan menuduh jika Thusupa tidak dapat mengenali ayahnya karena penampilannya berubah karena kekurangan nutrisi setelah sakit.

Thusupa akhirnya mengambil foto pasien dan mengirimkannya ke staf panti jompo yang telah merawat ayahnya selama lebih dari tujuh tahun. Staf mengkonfirmasi bahwa orang itu adalah pria lain, bernama Boonna, yang pernah tinggal di panti jompo. Suchupa menghubungi keluarga pria itu, dan putrinya memberi tahu ayahnya telah meninggal pada bulan Januari dan telah mengadakan upacara kremasi untuknya.

Putri Boonna puna akhirnya kembali mengunjungi rumah sakit dan terkejut karena pasien di tempat tidur adalah ayahnya. Rumah sakit belum mengkonfirmasi jenazah siapa yang dikirim ke keluarganya untuk dikremasi.

Sementara itu pihak berwenang dari Rumah Sakit Pathum Thani mengatakan kepada media Thailand bahwa kedua pasien terbaring di tempat tidur, tidak dapat berkomunikasi dengan baik, memiliki gejala yang sama, dan dirawat di rumah sakit pada waktu yang bersamaan. Rumah sakit mengakui kesalahan itu dan mengatakan mereka menyesal atas apa yang telah terjadi.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait