Seorang kepala keluarga di Ukraina tak bisa menyembunyikan kesedihan setelah mengetahui kematian keluarganya. Keluarga pria itu diketahui tewas secara tragis saat berusaha mengevakuasi diri dari serangan Rusia.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 10 Maret 2022 - 20:42 WIB
WowKeren - Rekaman yang menunjukkan jasad keluarga Ukraina tewas saat hendak mengungsi viral dan memantik emosi warga dunia. Ayah dan suami dari keluarga itu nyatanya juga baru mengetahui kematian orang-orang terkasihnya dari media sosial.
Menurut sebuah laporan, suami dan ayah dari wanita Ukraina dan dua anak yang tewas oleh tembakan mortir ketika mereka mencoba melarikan diri dari penembakan di luar Kyiv Sunday mengetahui pembunuhan keluarganya di Twitter. Sang istri, Tatiana Perebeinis (43) dan anak-anak mereka, Mykyta (18), Alisa (9) serta seorang sukarelawan gereja yang membantu mereka melarikan diri, Anatoly Berezhnyi (26) dibunuh oleh pasukan Rusia saat mereka berlari melintasi jembatan yang rusak di Irpin.
Sang kepala keluarga, Serhiy Perebyinis (43) rupanya berada di Ukraina timur untuk merawat ibunya yang sakit ketika keluarganya terbunuh. Serhiy pun menangis tersedu-sedu berbicara tentang pembunuhan yang tidak masuk akal selama wawancara dengan The New York Times.
"Saya mengatakan kepadanya, 'Maafkan saya bahwa saya tidak bisa membela Anda. Aku mencoba merawat satu orang, dan itu berarti aku tidak bisa melindungimu'. Dia berkata, 'Jangan khawatir, saya akan keluar', tutur Serhiy menceritakan percakapan Sabtu (5/3) malam mereka sebelum kejadian.
Tatiana yang seorang pekerja TI sebenarnya telah didesak oleh perusahaannya untuk mengungsi bulan lalu. Tapi ia tidak segera pergi karena khawatir bagaimana membawa ibunya, yang menderita penyakit Alzheimer. Dia telah berlindung di ruang bawah tanah keluarga dengan anak-anaknya setelah sebuah peluru menghantam gedung mereka, menurut laporan itu.
Ketika serangan meningkat, istrinya memutuskan untuk melarikan diri dari daerah itu bersama anak-anak dan orang tuanya.
Pada hari Sabtu mereka berusaha meninggalkan kota dengan minivan mereka, tetapi dibujuk oleh sebuah tank yang lewat di jalan, kata duda itu kepada surat kabar itu. Pada Minggu pagi mereka berkendara sejauh yang mereka bisa, tetapi terpaksa mengevakuasi minivan itu dan mencoba menyeberangi jembatan yang rusak dengan berjalan kaki.
Perebyinis telah mencoba memantau lokasi keluarganya di aplikasi ponsel. Dia tahu ada yang tidak beres ketika pelacak menunjukkan telepon berada di rumah sakit Kyiv, dan tidak ada yang mengangkat teleponnya. Dia lalu melihat posting Twitter dari tempat kejadian setelah membaca laporan bahwa sebuah keluarga telah tewas oleh serangan mortir di jalur evakuasi.
"Saya mengenali barang bawaannya dan begitulah cara saya mengetahuinya," pungkasnya terkait koper dan ransel berlumuran darah yang dibawa keluarga itu. Barang-barang itu difoto di sebelah tubuh mereka.
(wk/amel)