Ukraina mengklaim setidaknya sudah ada lima komandan Rusia yang tewas sejak serangan diluncurkan ke negara mereka dua pekan lalu. Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Rusia kini menghadapi 'kerugian yang berkelanjutan'.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 11 Maret 2022 - 07:40 WIB
WowKeren - Pasukan Ukraina mengklaim telah berhasil membunuh seorang komandan tinggi Rusia dalam penyergapan sebuah tank di luar Kyiv. Sebuah rekaman video menunjukkan kolom tank Rusia ditembaki di kota Brovary yang berlokasi di pinggiran timur laut Kyiv.
Seorang komandan tinggi Rusia bernama Kolonel Andrei Zakharov diklaim telah terbunuh dalam penyergapan tersebut. Meski demikian, kabar ini belum diverifikasi secara independen.
Pasukan pertahanan Ukraina mengaku telah memukul mundur tank Rusia tersebut. Menurut intelijen pertahanan Ukraina yang dikutip oleh kantor berita Interfax-Ukraine, pasukan Rusia terpaksa harus beralih ke taktik bertahan alias defense imbas kehilangan personel dan peralatan.
"Secara khusus, komandan resimen, Kolonel A. Zakharov, telah dihilangkan," demikian pernyataan intelijen pertahanan Ukraina.
Sementara itu, Ukraina mengklaim setidaknya sudah ada lima komandan Rusia yang tewas sejak serangan diluncurkan ke negara mereka dua pekan lalu. Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Rusia kini menghadapi "kerugian yang berkelanjutan".
Tingginya jumlah korban di dalam jajaran pasukan Rusia membuat tenaga kerja jadi berkurang. Menurut Kemenhan Inggris, hal ini membuat Presiden Rusia Vladimir Putin dipaksa untuk menggunakan sumber pasukan lain.
Putin juga dapat menyewa tentara bayaran dari Grup Wagner, seperti yang telah dilaporkan sebelumnya. Mengingat sejumlah pasukan dari sekutu Belarusia dikabarkan menolak untuk terlibat dalam pertempuran.
Sejauh ini, pasukan Rusia masih belum berhasil merebut Kyiv dari tangan Ukraina. Meski demikian, mereka terus melakukan pemboman besar-besaran di banyak kota besar dan kecil.
Pada Rabu (9/3) lalu, tiga orang dilaporkan tewas ketika sebuah rumah sakit di Mariupol dibom oleh Rusia. Insiden itu terjadi di masa yang seharusnya merupakan gencatan senjata.
Serangan tersebut menuai kecaman keras dari para pemimpin di seluruh dunia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan serangan tersebut sebagai "kejahatan perang".
(wk/Bert)