Seorang mantan guru SMP bernama Motoki Sugiyama mengkritik larangan gaya rambut kuncir kuda bagi siswi perempuan di sejumlah sekolah di Jepang. Sugiyama mengkritik alasan di balik aturan tersebut.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 11 Maret 2022 - 14:47 WIB
WowKeren - Sekolah-sekolah di Jepang terkenal menerapkan aturan ketat tentang seragam dan penampilan para peserta didiknya. Meski demikian, ada satu aturan yang masih diterapkan dan menuai kritik karena alasan di baliknya.
Aturan yang dimaksud adalah larangan bagi siswi untuk menguncir kuda rambutnya karena tengkuk mereka dinilai dapat "menggairahkan secara seksual" bagi siswa laki-laki. Penerapan aturan "absurd" ini diungkapkan oleh seorang mantan guru SMP bernama Motoki Sugiyama.
"Mereka khawatir siswa laki-laki akan memandang siswi perempuan, ini serupa dengan alasan di balik penerapan aturan warna pakaian dalam harus putih," tutur Sugiyama kepada VICE World News, dikutip Jumat (11/3). "Saya selalu mengkritik aturan-aturan ini, namun karena hanya ada sedikit kritik dan (aturan) itu sudah menjadi hal yang normal, siswa tidak punya pilihan selain menerimanya."
Tidak ada statistik nasional tentang berapa banyak sekolah yang masih menerapkan larangan gaya rambut kuncir kuda pada siswi perempuannya. Namun survei tahun 2020 menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 10 sekolah di Prefektur Fukuoka melarang gaya rambut tersebut.
Selama 11 tahun, Sugiyama telah mengajar di lima sekolah berbeda yang semuanya melarang gaya rambut kuncir kuda bagi siswinya. Oleh sebab itu, Sugiyama memiliki misi pribadi untuk mengekspos tuntutan yang tidak masuk akal pada siswa, bergabung dengan seruan yang berkembang di sekolah untuk membatalkan aturan yang kuno, seksis atau yang menghambat ekspresi diri seorang anak.
Pada bulan Juni 2021 lalu, protes siswa dan orangtua atas aturan ini telah mendorong pemerintah Jepang untuk meminta semua dewan pendidikan prefektur merevisi peraturan sekolah yang kejam. Beberapa institusi memang telah mengubah cara mereka, tetapi praktik yang telah berlangsung selama beberapa dekade hanya bisa memudar dengan lambat.
Larangan gaya rambut kuncir kuda atau yang disebut dengan istilah "buraku kosoku" hanya satu dari sejumlah aturan yang diterapkan kepada siswa di Jepang. Dalam daftar pembatasan pakaian, warna kaos kaki hingga celana dalam siswa juga ditentukan, begitu pula dengan panjang rok.
Menurut Sugiyama, siswa jarang diberi penjelasan tentang aturan-aturan tersebut. Seringkali, alasan di balik penerapan aturan semacam itu berubah-ubah. Misalnya ada sekolah yang melarang gaya rambut kuncir kuda tapi mengizinkan potongan rambut bob. Padahal kedua gaya rambut tersebut sama-sama mengekspos bagian leher.
Namun terkadang aturan tersebut diterapkan seolah-olah untuk mencegah efek domino dari gaya rambut liar. Misalnya ada sekolah yang melarang gaya rambut undercut bagi siswanya untuk mengantisipasi gaya rambut yang lebih "liar". "Karena jika dua blok (undercut) itu OK, maka beberapa siswa mungkin mulai mengatakan (gaya rambut) mohawk harusnya OK," papar Sugiyama.
(wk/Bert)