Kota Kharkiv di Ukraina mendapat bombardir serangan bom klaster dari Rusia. Kini tim Bahan Peledak Ukraina pun tengah berupaya membersihkan Kharkiv dari sisa-sisa bom Klaster.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 11 Maret 2022 - 20:55 WIB
WowKeren - Serangan bom klaster juga turut menghujani Ukraina selama invasi Rusia. Kharkiv jadi salah satu kota yang menerima bombardir serangan bomb klaster dari Rusia. Kini, tim bahan peledak Ukraina mencoba membersihkan Kharkiv dari bom klaster Rusia.
Para ahli ranjau membersihkan jalanan dari sisa-sisa pecahan peluru dan bom klaster di kota Kharkiv, Ukraina timur laut, saat invasi Rusia ke negara itu memasuki minggu ketiga.
Bom klaster adalah amunisi yang memiliki beberapa bahan peledak kecil yang tersimpan di dalamnya, yang dilepaskan saat mencapai target. Spesialis dari Pusat Penghapusan Ranjau Kemanusiaan Antar Wilayah Kharkiv mengatakan mereka telah menanggapi lebih dari 500 panggilan telepon di kota itu sejak Rusia memulai serangannya terhadap Ukraina.
Dalam sebuah tayangan di channel YouTube South China Morning Post, terilah para ahli ranjau melakukan pembersihan terhadap bagian-bagian dari bom klaster yang telah meledak. "Ini adalah elemen cluster dari MLRS 'Smerch' (multiple launch rocket system) dan ini meledak, meliputi area yang luas," ujar salah ahli ranjau.
Bom klaster adalah amunisi yang memiliki beberapa bahan peledak kecil di dalamnya yang dilepaskan ke area yang luas ketika mencapai target. Konvensi internasional tahun 2008 melarang penggunaan, produksi, dan transfernya.
134 negara telah bergabung dalam konvensi tersebut, sementara AS, Rusia, dan Ukraina belum. Bom klaster telah digunakan di Kharkiv, menurut pengawas hak asasi manusia. Kota ini telah menyaksikan beberapa pemboman paling intens oleh pasukan Rusia.
"Empat roket menghantam di sana, satu di sini, dan satu lagi agak jauh. Sejujurnya, saya sedang berdiri di balkon sambil merokok ketika mereka jatuh di sana. Tepat di depan mataku. Sekarang, aku takut ditinggal sendirian di rumah," pungkas Viktor, salah satu penduduk Kharkiv yang menjadi saksi serangan bom klaster tersebut.
Spesialis ranjau ranjau menanggapi lebih dari 500 panggilan ke Kharkiv sejak invasi Rusia dimulai. Ukraina telah melihat pemboman Rusia yang berkelanjutan dengan invasi di minggu ketiga. Serangan udara Rusia dilaporkan menghantam sebuah rumah sakit anak-anak di Mariupol pada Rabu (9/3) lalu.
(wk/amel)