Adapun insiden tersebut terjadi pada Rabu (9/3), namun pihak India baru mengumumkannya pada Jumat (11/3). Hal ini lantas memicu protes keras dari pihak Pakistan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Sabtu, 12 Maret 2022 - 10:11 WIB
WowKeren - Pada Jumat (11/3), Kementerian Pertahanan India mengumumkan bahwa pihaknya secara tidak sengaja telah menembakkan rudal ke Pakistan pada awal pekan ini. Pihaknya mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa rudal tersebut ditembakkan pada Rabu (9/3), selama "pemeliharaan rutin".
"Pemerintah India telah mengambil pandangan serius dan memerintahkan pengadilan penyelidikan tingkat tinggi," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan India, dikutip pada Sabtu (12/3). "Meskipun insiden itu sangat disesalkan, namun juga melegakan karena tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan itu."
Mayor Jenderal Babar Iftikhar selaku Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat Antar-Layanan Pakistan mengatakan bahwa rudal tersebut mendarat di kawasan Mian Channu, Distrik Khanewal, 77 mil ke wilayah negara tersebut.
Sementara Penasihat Keamanan Nasional Pakistan, Moeed Yusuf pada Jumat (11/3), mempertanyakan kemampuan India untuk menangani teknologi senjata sensitif setelah kesalahan tersebut. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa India seharusnya segera memberi tahu Pakistan tentang peluncuran yang tidak disengaja.
"Dalam lingkungan nuklir, sikap tidak berperasaan dan ketidakcakapan seperti itu menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan dan keamanan sistem senjata India," ujar Yusuf melalui media sosial Twitter, menurut berita Dawn.
"Ingat, ini adalah aparatur negara yang dijalankan oleh ideologi fasis yang telah membuktikan kecerobohannya dengan mencoba membom Pakistan pada 2019," tegas Yusuf.
Lebih lanjut, Yusuf juga menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut untuk menentukan lebih jelas apakah peluncuran itu memang tidak sengaja, atau malah sebaliknya.
Sementara mengenai penyebab menembakkan rudal secara tidak sengaja itu dikarenakan adanya kerusakan teknis selama pemeliharaan rutin. Hal ini disampaikan India setelah Pakistan memperingatkan insiden tersebut bisa memiliki "konsekuensi yang tidak menyenangkan".
Kementerian Pertahanan India pun mengklaim bahwa pemerintah telah "mengambil pandangan serius dan memerintahkan pengadilan penyelidikan tingkat tinggi" atas insiden tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Islamabad mengutuk apa yang disebutnya sebagai "pelanggaran tak beralasan atas wilayah udaranya oleh 'benda terbang supersonik' asal India." Kuasa usaha India di Islamabad pun telah dipanggil ke kantor luar negeri untuk :protes keras".
"Peluncuran yang tidak bijaksana telah merusak properti di darat dan membahayakan nyawa warga sipil dan pesawat di wilayah udara Pakistan," ujar Kemenlu Islamabad. "Tidak berperasaan terhadap perdamaian dan stabilitas regional."
(wk/tiar)