Keadaan negara-negara di dunia saat ini mayoritas berada dalam situasi yang sulit. Selain keadaan kritis imbas pandemi COVID-19, keadaan politik dunia yang memanas pun turut mempengaruhi.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Sabtu, 12 Maret 2022 - 11:05 WIB
WowKeren - Belakangan kebutuhan komoditas seperti minyak goreng mengalami kelangkaan. Selain itu, ada bahan pangan lainnya yang juga mengalami kenaikan harga secara terus menerus.
Presiden Joko Widodo pun tampaknya mulai was-was terhadap panasnya eskalasi politik dan ekonomi global akhir-akhir ini. Terlebih sejumlah komoditas seperti energi dan pangan juga mulai mengalami kelangkaan.
Tidak hanya itu, Jokowi diketahui juga mewaspadai naiknya harga gandum dan kedelai dunia. Terlebih dengan terjadinya kelangkaan kontainer dan inflasi yang mulai merangkak naik di sejumlah negara.
"Masa depan global semakin penuh ketidakpastian. Kelangkaan energi, satu," ujar Jokowi dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 Universitas Sebelas Maret, Jumat (11/3). "Juga beberapa negara sudah mulai terjadi kelangkaan pangan. Food price, harga pangan dunia naik semuanya."
Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih berupaya menahan kenaikan harga minyak di masyarakat hingga saat ini. Namun Jokowi juga sempat mempertanyakan kemampuan pemerintah untuk melakukan hal tersebut kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
"Kita di sini masih nahan-nahan. Bu Menteri (Sri Mulyani) saya tanya, bagaimana Bu? Tahannya sampai berapa hari ini? Kita nahan-nahan terus," tutur Jokowi.
Di satu sisi, Jokowi pun mengakui sulitnya Sri Mulyani dalam mengatur keuangan di masa krisis seperti sekarang ini. Ia lantas mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan yang perlu diantisipasi ke depannya, walaupun Indonesia sejauh ini dinilai berhasil mengelola keuangan dan pandemi COVID-19.
"Dan kita tahu bahwa dunia sekarang ini pada situasi yang tidak mudah, situasi yang tidak gampang," jelas Jokowi. "Semua negara merasakan, semua negara bukan hanya negara kita. Sulit. Sangat sulit."
Sebagai informasi, negara yang saat ini telah mengalami inflasi di antaranya Turki sempat menyentuh 48,7 persen. Kemudian di Amerika Serikat (As) yang biasanya tingkat inflasinya berada di bawah 1 persen, saat ini sudah tembus di level 7,5 persen.
(wk/tiar)