Sekolah menengah umum dan lembaga pendidikan lain di Tokyo, Jepang akan menghapus lima peraturan kontroversi untuk para siswi. Termasuk tentang gaya rambut dan pakaian dalam bagi siswi.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 14 Maret 2022 - 17:09 WIB
WowKeren - Beberapa peraturan sekolah untuk para siswi di Jepang telah menjadi sorotan dan menuai kritik. Terbaru, larangan gaya rambut kuncir kuda bagi siswi kembali menuai kritik. Hal itu akhirnya memaksa pemerintah untuk membuat perubahan terhadap aturan-aturan tersebut.
Melansir Mainichi Shimbun, hampir 200 sekolah menengah umum dan lembaga pendidikan lainnya akan mencabut lima peraturan, termasuk satu peraturan yang mengharuskan siswa berambut hitam, mulai April mendatang. Surat kabar itu mengatakan aturan yang menentukan warna pakaian dalam siswa dan larangan gaya rambut "dua blok" (pendek di belakang dan samping dan lebih panjang di atas) juga akan dicabut.
Aturan kontroversial tentang gaya rambut dan pakaian dalam juga akan dihapus di sekolah menengah yang dikelola oleh pemerintah metropolitan Tokyo setelah mendapat tekanan dari para siswa. Pelajar Jepang telah menggugat perintah sekolah untuk mewarnai rambut menjadi hitam.
Langkah ini dilakukan setelah survei yang dilakukan tahun lalu terhadap 240 sekolah di ibu kota menemukan bahwa 216 peraturan yang dipertahankan yang menurut peningkatan jumlah orang di bidang pendidikan, termasuk anak-anak sendiri, sudah ketinggalan zaman.
Yuto Kitamura, anggota dewan pendidikan metropolitan Tokyo, mengatakan keputusan untuk membatalkan peraturan yang paling mengerikan adalah "langkah maju yang besar", menurut Mainichi. Anggota lain, Kaori Yamaguchi, memuji langkah tersebut tetapi mengatakan terlalu lama untuk menangani keluhan siswa.
"Orang Jepang telah diajari untuk percaya bahwa mematuhi aturan adalah suatu kebajikan. Saya berharap ini akan menjadi kesempatan bagi orang-orang untuk mendiskusikan apa yang harus kita lakukan untuk menciptakan masyarakat di mana aturan dipatuhi dengan cara yang dapat diterima oleh semua orang ungkap Yamaguchi.
Perdebatan tentang aturan berpakaian yang ketat meningkat beberapa tahun yang lalu setelah seorang siswa sekolah menengah berusia 18 tahun, menggugat otoritas pendidikan di Osaka. Ia mengajukan gugatan setelah sekolahnya menyuruh untuk mewarnai rambut cokelat alaminya menjadi hitam atau pengecualian wajah.
Tahun lalu, semua sekolah menengah umum di Mie, sebuah prefektur di Jepang barat, menghapus aturan yang mengatur gaya rambut, warna pakaian dalam, dan kencan. Pejabat setempat mengakui bahwa aturan-aturan tersebut adalah "peninggalan" dari zaman yang berbeda.
Sementara, beberapa siswa juga telah berhasil mengkampanyekan agar anak perempuan diizinkan mengenakan celana panjang ke sekolah, sementara yang lain menyerukan pencabutan larangan makeup dan produk rambut.
(wk/amel)