Rusia hingga saat ini diketahui masih terus melancarkan serangannya terhadap kota-kota di wilayah Ibu Kota Ukraina. Di sisi lain, kedua negara tersebut akan menggelar pertemuan putaran keempat.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 14 Maret 2022 - 18:52 WIB
WowKeren - Invasi yang dilakukan oleh Rusia pada akhir Februari 2022 lalu, hingga kini belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan, pasukan militer Rusia terus melakukan kampanye hukuman mereka untuk merebut wilayah Ibu Kota Ukraina, ketika penduduk lain telah terkepung.
Maka dari itu, tak sedikit yang berharap agar pada pembicaraan diplomatik baru yang digelar Senin (14/3), dapat membuka jalan bagi lebih banyak warga sipil untuk mengungsi atau pasokan darurat menjangkau mereka. Satu hari setelah Rusia memperluas invasi di Ukraina dengan serangan udara di pangkalan militer dekat perbatasan Polandia, pertempuran diketahui berlanjut di pinggiran Kyv.
Pejabat Ukraina mengatakan bahwa pasukan Rusia menembakkan artileri di pinggiran Ibu Kota, disebut sebagai target politik dan strategis utama untuk invasi di hari ke-19 invasi. Selain itu, peringatan serangan udara juga terdengar di kota-kota di seluruh negeri semalam, dari dekat perbatasan Rusia di timur hingga Pegunungan Carpathian di barat.
Sementara itu, para pejabat mengatakan bahwa seorang anggota dewan kota untuk Brovary, sebelah timur Kyiv, tewas dalam pertempuran di sana. Menurut Anton Gerashchenko selaku penasihat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Ukraina, dua orang tewas setelah artileri menghantam gedung apartemen sembilan lantai di distrik utara kota.
Di sisi lain, pada Senin (14/3), Ukraina mengumumkan rencana bantuan kemanusiaan baru dan koridor evakuasi, meskipun penembakan yang sedang berlangsung menyebabkan upaya serupa gagal pada minggu lalu.
Kemudian, kata penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, pembicaraan putaran keempat diskusi tingkat tinggi antara pejabat Ukraina dan Rusia ditetapkan untuk Senin, negosiasi pertama dalam seminggu. Pembicaraan akan dilakukan melalui konferensi video. Putaran sebelumnya diadakan tatap muka di Belarus.
"Pertemuan Senin akan menjadi diskusi yang sulit," ujar Podolyak melalui akun Twitter, dilihat pada Senin (14/3). "Meskipun Rusia menyadari omong kosong dari tindakan agresifnya, ia masih memiliki khayalan bahwa 19 hari kekerasan terhadap kota-kota damai (Ukraina) adalah strategi yang tepat."
Sementara itu, pembicaraan putaran keempat itu juga diharapkan untuk membahas mendapatkan bantuan logistik seperti pasokan makanan, air, obat-obatan, dan pasokan lainnya yang sangat dibutuhkan kota-kota besar dan kecil di tengah serangan Rusia yang masih terus diluncurkan.
(wk/tiar)