Blue House Dibuka untuk Umum, Presiden Terpilih Korsel Yoon Suk Yeol Pindahkan Kantor Kepresidenan
Dunia

Presiden Terpilih Korea Selatan, Yoon Suk Yeol bakal memindahkan kantor Kepresidenan dari Blue House ke kompleks Kementerian Pertahanan. Apa yang menjadi Alasannya?

WowKeren - Melanggar tradisi puluhan tahun, Presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol, mengatakan akan memindahkan Kantor Kepresidenan dari Gedung Biru ke kompleks Kementerian Pertahanan. Langkah yang diambil Yoon Suk-yeol itu pun diperkirakan memakan biaya hingga US$40 juta atau sekitar Rp 573 miliar lebih.

Yoon, yang menang tipis dalam pemilihan 9 Maret yang pahit, telah berjanji untuk memindahkan kantornya ke tempat yang lebih mudah diakses. Ia juga berjanji akan membuka Gedung Biru yang berada di Seoul untuk umum. Yoon juga mengatakan bahwa hari ini, Minggu (20/3), dia akan memindahkan kediaman resminya ke Hannam-dong, lingkungan yang menampung banyak eksekutif bisnis dan diplomat.

Rencana Yoon itu pun mendapat beragam reaksi dari warga Korea Selatan. Bahkan para pendukungnya mendesak Yoon untuk membatasi ketidaknyamanan bagi orang-orang dan bisnis di dekat lokasi baru.

Langkah pihak Gedung Biru juga memicu perdebatan sengit di antara para ahli feng shui setelah beberapa pejabat Partai Demokrat yang bersaing menuduh Yoon dipengaruhi oleh ahli bentuk kuno geomansi yang berasal dari Tiongkok.

Markas besar kementerian pertahanan diketahui berada di lingkungan ibu kota Yongsan, di sebelah bekas pangkalan militer besar AS yang sebagian besar telah ditutup dan dipindahkan ke selatan kota.


β€œIni sulit, tetapi ini adalah keputusan yang saya buat untuk masa depan negara ini. Saya dengan sungguh-sungguh meminta orang-orang untuk memahami bahwa ini bukan hanya relokasi tempat tetapi tekad saya untuk melayani orang-orang, bekerja dengan baik dan menepati janji saya dengan orang-orang," ,” kata Yoon dalam konferensi pers.

Ahli Feng shui mengatakan bahwa lokasi Rumah Biru tidak menguntungkan. Empat dari enam presiden dalam 25 tahun sejarah demokrasi negara itu telah dipenjara atau bunuh diri setelah meninggalkan jabatannya.

Tim Yoon telah menepis anggapan bahwa langkah tersebut dipengaruhi oleh pertimbangan semacam itu, dengan mengatakan hal itu akan meningkatkan akses publik dan komunikasi dengan para pembantunya, dan bahwa rumah eksekutif Blue House telah menjadi "istana kerajaan", terisolasi dan tertutup oleh hutan dan keamanan yang ketat.

Yoon mengatakan kompleks kementerian pertahanan sudah dilengkapi dengan baik dengan fasilitas keamanan dan komando nasional. Sehingga mudah untuk transisi di sana tanpa mengorbankan keamanan atau ketidaknyamanan penduduk.

Kementerian Ekonomi dan Keuangan memperkirakan langkah itu akan menelan biaya sekitar 49,6 miliar won (US$40,1 juta), termasuk merelokasi kementerian pertahanan dan merenovasi kantor baru dan kediaman resmi.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait