Pemain Karnaval di Belgia Tewas Saat Siapkan Parade Tahunan, Dipastikan Bukan Serangan Militan
Dunia

Masing-masing negara di dunia tentu saja memiliki perayaan atau peringatan hari-hari besar setiap tahunnya. Sama halnya dengan di salah satu negara di Eropa yakni Belgia.

WowKeren - Pada Minggu (20/3) kemarin pagi, sekelompok pemain karnaval Belgia diketahui tengah mempersiapkan parade. Namun peristiwa nahas menimpa sejumlah pemain karnaval, di mana ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mereka hingga akhirnya menewaskan enam orang dan sepuluh orang lainnya luka-luka.

Meski demikian, pihak berwenang telah memastikan bahwa insiden nahas itu bukan merupakan serangan militan. "Pada tahap ini, tidak ada unsur yang menunjukkan bahwa serangan itu memiliki motif teroris," ujar jaksa Damien Verheyen pada konferensi pers, dikutip pada Senin (21/3).

Selain itu, pihak kepolisian juga membantah laporan media yang menyebutkan mobil tersebut terlibat dalam pengejaran berkecepatan tinggi. Adapun insiden tersebut lebih tepatnya terjadi di desa Srepy-Bracquegnies di Belgia Selatan sekitar pukul 04.00 WIB pagi.

Menanggapi peristiwa nahas tersebut, Jacques Gobert selaku Wali Kota tetangga, La Louviere, mengatakan bahwa antara 150 dan 200 orang berkumpul untuk persiapan parade cerita rakyat tahunan, yang melibatkan kostum dan drum, ketika kendaraan tersebut.


"Sebuah mobil yang melaju kencang melaju ke arah kerumunan, pengemudi kemudian melanjutkan perjalanannya," ungkap Gobert dalam keterangannya.

Lebih lanjut, polisi mengatakan bahwa ada dua orang di dalam mobil tersebut yang kemudian dicegat dan ditahan. Pihaknya mengatakan bahwa mereka merupakan penduduk lokal berusia 30 tahunan dan sebelumnya tidak dikenal oleh mereka.

Sebagai informasi, Belgia sejauh ini telah berusaha untuk membasmi orang-orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan militan selama tujuh tahun terakhir. Adapun kelompok militan yang dimaksud adalah ebuah sel ISIS yang berbasis di Brussel, terlibat dalam serangan di Paris pada tahun 2015 yang menewaskan 130 orang dan di Brussel pada tahun 2016 yang menewaskan 32 orang.

Menurut para ahli maka tidak heran apabila publik mengkaitkan peristiwa tersebut dengan kelompok militan lantaran menabrakan kendaraan ke kerumunan telah menjadi lebih umum sebagai senjata yang digunakan oleh militan di Eropa dan supremasi kulit putih di Amerika Serikat (AS) karena serangan semacam itu tidak mahal, mudah diatur dan sulit dicegah oleh pihak berwenang.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait