WHO: Tak Ada Tempat di Dunia yang Lebih Terancam Dibanding Tigray
Instagram/drtedros
Dunia

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak dunia untuk tidak melupakan krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Tigray di tengah pecahnya invasi Rusia ke Ukraina.

WowKeren - Konflik perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina saat ini memang telah menyita perhatian dunia. Namun, perlu digarisbawahi bahwa konflik juga sedang berlangsung di belahan dunia lainnya.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak dunia untuk tidak melupakan krisis kemanusiaan di Tigray. Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, berasal dari Tigray, mengingatkan bahwa di sana orang-orang lebih berisiko.

"Ya, saya dari Tigray. Dan krisis ini mempengaruhi saya, keluarga saya dan teman-teman saya secara pribadi," katanya pada konferensi pers di Jenewa pada hari Rabu (16/3). "Tetapi sebagai direktur jenderal WHO, saya memiliki tugas untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan di mana pun ia berada di bawah ancaman. Dan tidak ada tempat di bumi di mana kesehatan jutaan orang lebih terancam daripada di Tigray."


Sementara itu terkait krisis Ukraina, Tedros terus menyuarakan agar Rusia segera berdamai dengan negara tetangganya itu. "Kami terus menyerukan Ethiopia dan Eritrea untuk mengakhiri blokade, pengepungan, dan memungkinkan akses yang aman untuk pasokan kemanusiaan dan pekerja untuk menyelamatkan nyawa," paparnya.

Sebagaimana diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak bisa menyalurkan pasokan makanan darurat ke Tigray sejak pertengahan Desember lalu. Meski dalam beberapa minggu terakhir pasokan medis mulai mengalir, WHO dan dokter di lapangan mengatakan jumlah yang tiba tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk.

Adapun permasalahan masih berkaitan dengan kurangnya bahan bakar untuk membawa persediaan ke tempat tujuan. Staf di rumah sakit terbesar Tigray mengatakan kepada The Guardian awal bulan ini bahwa pasien sekarat karena kekurangan pasokan medis. Tedros menambahkan bahwa tidak ada pengobatan yang tersedia untuk 46.000 orang dengan HIV.

"Dan program itu telah ditinggalkan. Penderita TBC, hipertensi, diabetes, dan kanker juga tidak bisa mendapatkan perawatan, dan mungkin meninggal," tambahnya. Ia juga menyoroti krisis pemadaman komunikasi yang terjadi di Tigray, menyebutnya "krisis yang terlupakan. Jauh dari pandangan dan pikiran."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait