Pria AS yang Didakwa Dalam Serangan Capitol 6/1 'Minta Perlindungan' ke Negara Pendukung Rusia
Dunia

Pada 6 Januari 2021 lalu, terjadi sebuah peristiwa yang tidak akan dilupakan oleh masyarakat dunia, khususnya Amerika Serikat (AS). Pada kala itu, terjadi sebuah kerusuhan di Capitol, Washington.

WowKeren - Seorang mantan penduduk San Francisco Bay Area yang diketahui identitasnya sebagai Evan Neumann (49) saat ini menghadapi tuntutan pidana federal dari kerusuhan tersebut. Ia kemudian "meminta bantuan" kepada negara pendukung Rusia, Belarus.

Namun pada Selasa (22/3), media pemerintah Belarus melaporkan bahwa Neumann saat ini telah diberikan suaka atau perlindungan oleh negaranya. Sebagai informasi, Neumann pada satu tahun lalu didakwa menyerang polisi, termasuk menggunakan barikade logam sebagai pendobrak selama kerusuhan Capitol AS 6/1.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran Belarus 1 yang telah ditayangkan pada tahun lalu, Neumann mengaku memang berada di gedung tersebut, namun membantah dakwaan dan mengatakan bahwa ia tidak memukul petugas. Sementara mengenai langkah Belarus untuk memberikan bantuan suaka kepada Neumann itu dilakukan satu bulan sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden dilaporkan sedang menuju ke Eropa untuk berbicara dengan sekutu tentang kemungkinan sanksi baru terhadap Rusia dan lebih banyak bantuan militer untuk Ukraina.

Sementara Neumann mengaku senang karena telah diberikan perlindungan oleh Belarus, kala AS mendakwanya atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Hal ini disampaikannya kepada jaringan televisi milik negara BelTA dalam laporan yang disiarkan pada Selasa (22/3), dan dilaporkan oleh Washington Post.


"Hari ini saya memiliki perasaan campur aduk," ujar Neumann. "Saya senang Belarus merawat saya. Saya kesal karena menemukan diri saya dalam situasi di mana saya memiliki masalah di negara saya sendiri."

Di sisi lain, Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan Presiden Rusia Vladimir Putin disebut telah menggunakan kerusuhan Capitol 6 Januari 2021 sebagai bukti standar ganda oleh AS pada tindakan keras antipemerintah. Belarus selaku negara sekutu Rusia dan tetangga Ukraina itu tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS.

Di samping itu, Neumann juga memberi tahu kepada Belarus bahwa ia melakukan perjalanan ke Italia pada Maret 2021 lalu, dan akhirnya tiba di Ukraina sebelum menyeberang secara ilegal ke Belarus. Kemudian ia juga mengaku memiliki bisnis tas handmade.

Adapun Neumann didakwa setelah temuan rekaman kamera tubuh polisi AS yang menunjukkan dirinya dan yang lainnya mendorong barikade logam ke barisan petugas sebelum akhirnya meninju dua petugas dan memukul mereka dengan barikade, menurut dokumen pengadilan.

Sehingga, dokumen pengadilan menyatakan Neumann berdiri di depan barikade polisi mengenakan topi merah "Make America Great Again" untuk mendukung Presiden Donald Trump saat itu.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait