Putra Nikita Willy, Baby Izz, mewarisi status sang ayah sebagai cucu konglomerat. Jika sang ayah, Indra Priawan, adalah cucu dari bos pendiri taksi terkemuka, terkuak jabatan nenek baby Izz, Karlina Damiri, yang tak kalah terhormat.
- Ria Susilo Wardhani
- Rabu, 13 April 2022 - 10:34 WIB
WowKeren - Nikita Willy sempat menggelar acara tumpengan sederhana untuk kelahiran sang putra Issa Xander Djokosoetono. Di momen spesial itu, hadir sosok ibunda Indra Priawan, Karlina Damiri].
Ibu mertua Nikita itu langsung mencuri perhatian ketika hadir di Amerika Serikat. Ia sengaja jauh-jauh terbang ke Negeri Paman Sam demi bertemu cucu tercinta, Issa alias Baby Izz.
Saat perdana melihat Baby Izz, Karlina sebagai nenek merasa bahagia. Ia dan cucunya tersebut tampak saling pandang-pandangan hingga memicu reaksi gemas.
Disisi lain, status sosial Baby Izz rupanya cukup mencuri perhatian. Tak dipungkiri, Baby Izz kini menjadi salah satu anak "Crazy Rich Indonesia".
Sudah bukan rahasia lagi jika Nikit Willy menjadi salah satu artis papan atas dengan bayaran tinggi. Dilansir dari swa.co.id pada Februari 2015 silam, pengamat dunia hiburan memperkirakan Nikita memiliki honor Rp 40-45 juta untuk setiap episode yang dibintangi. Kala itu, Nikita dijuluki sebagai ratu sinetron di usianya yang masih remaja.
Bukan cuma honor sinetron, Nikita juga sukses membintangi sejumlah iklan. Ia diprediksi meraup Rpp 300 juta sampai Rp500 juta untuk durasi satu tahun per iklan yang dibintanginya. Ia juga memiliki bisnis properti dan aset bernilai miliaran.
Sedangkan suami Nikita, Indra adalah sosok pengusaha yang tak kalah sukses. Mewarisi bakat bisnis neneknya, Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, dan sang ayah, Chandra Suhartono Djokosoetono yang seorang konglomerat, Indra menjadi salah satu petinggi di perusahaan taksi ternama. Ia juga berkecimpung di sejumlah bisnis seperti investasi dan fashion.
Bukan cuma Indra dan ayahnya, sang ibu, Karlina Damiri, juga punya profesi gak kaleng-kaleng. Ia bekerja sebagai Konsul Kehormatan Monaco untuk Indonesia. Tugasnya pun bukan sembarangan. Memiliki reputasi baik, Karlina mengemban misi sebagai perwakilan dan penghubung antara Indonesia dengan Monaco untuk urusan ekonomi dan perdagangan.
Memiliki jabatan penting, Karlina mengungkap kalau setiap perempuan punya kesempatan yang sama untuk menjadi ujung tombak negara. Karena itu, semua perempuan harus aktif mengambil inisiatif.
"Perempuan harus pandai secara spiritual dan emosional. Mau bergerak, melakukan sesuatu untuk kebaikan. Jangan menunggu contoh baru bergerak," tegas Karlina. "Tapi mulailah satu langkah yang memberikan pencerahan. Dengan begitu, perempuan akan menjadi contoh atau panutan."
(wk/riaw)