Komunitas warga Muslim Thailand yang tinggal di wilayah Thepha dan Chana melayangkan protes atas rencana pembangunan patung dewi mitologi Tiongkok. Pasalnya, patung itu dibangung dalam wilayah tinggal mereka.
- Amelia Nur Fatimah
- Kamis, 28 April 2022 - 11:03 WIB
WowKeren - Di Ujung Selatan Thailand yang tegang, komunitas Muslim menentang rencana pembangunan patung dewi mitologi Tiongkok di gunung di distrik Thepa. Umat Muslim dan pemimpin agama di distrik Thepha dan Chana ini telah menyuarakan penentangan mereka terhadap rencana TPI Polene Power Plc (TPIPP) untuk membangun patung besar Kwan Im, dewi welas asih dalam mitologi Tiongkok, dalam komunitas Muslim.
Perusahaan yang berencana membangunnya adalah TPI Polene Power Plc, operator pembangkit listrik. Padahal banyak komunitas di sekitar gunung adalah Muslim. Seorang imam, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa komunitas itu mungkin tidak menganggapnya pantas.
Sekarang, seorang pemimpin Muslim yang tidak disebutkan namanya mengatakan dia akan mengirim surat yang ditandatangani oleh penduduk desa dan pemimpin agama, kepada Wakil Menteri Dalam Negeri dan anggota Partai Demokrat Nipon Boonyamanee. Surat itu akan meminta Nipon melobi TPI untuk membatalkan rencana tersebut. Pemimpin memperingatkan bahwa jika Nipon tidak menanggapi surat itu, dia tidak akan memilih calon Demokrat pada pemilihan berikutnya.
Imam lain, Golyubi Jarese, mengatakan kepada Bangkok Post bahwa umat Islam sangat sensitif tentang masalah ini. Selain itu, masyarakat telah “mencapai kesepakatan” bahwa TTIPP tidak boleh membangun patung itu, meskipun mereka memiliki hak untuk itu.
“Tapi kami ingin Anda memikirkan rencana, tentang bagaimana hidup berdampingan dengan komunitas Muslim," ungkapnya.
Patung yang direncanakan dilaporkan dibuat adalah Kwan Im, dewi welas asih dalam mitologi Tiongkok. Lokasi yang akan dibangun patung tersebut adalah gunung Khao Lon. Pada hari Selasa (26/4), sebuah asosiasi imam di Songkhla berkumpul di sebuah masjid di desa Pak Bang untuk memprotes rencana pembangunan patung dan pembacaan Al Quran.
Ujung Selatan Thailand dikenal dengan perselisihan sektariannya. Pemberontak separatis ingin wilayah itu dipisahkan sebagai wilayah otonom yang disebut Patani Darussalam.
Ini termasuk provinsi Thailand dekat perbatasan Malaysia Pattani, Yala, Narathiwat, dan Songkhla. Orang Melayu Patani sebagian besar beragama Islam, sedangkan mayoritas Thailand beragama Buddha. Hal ini, bersama dengan perbedaan bahasa (Melayu) dan budaya mereka, telah menciptakan ketegangan.
(wk/amel)