Krisis Energi Eropa: Industri di Jerman Terancam Tutup Hingga Warga Bisa Jatuh Miskin
Dunia

Menteri Ekonomi Robert Habeck memperingatkan jika kekurangan pasokan gas yang terus menerus akan berimbas pada penutupan operasi industri tertentu dan PHK.

WowKeren - Sejumlah negara di Eropa tengah berjibaku dengan kurangnya pasokan energi. Jerman bahkan disebut bisa menderita kekurangan gas jika pasokan dari Rusia tetap rendah seperti sekarang.

Menteri Ekonomi Robert Habeck mengatakan kepada majalah Der Spiegel, kondisi semacam itu berpotensi memaksa ditutupnya sebagian industri di negara tersebut. Jika sudah begitu, maka industri tidak akan beroperasi dan berbuntut pada PHK massal dan mengancam rantai pasokan.

Kondisi kurangnya gas juga akan memaksa orang-orang untuk mengeluarkan lebih banyak uang guna memenuhi kebutuhan mereka. Yang mana, itu akan membuat orang menjadi miskin. "Perusahaan harus menghentikan produksi, memberhentikan pekerja mereka, rantai pasokan akan runtuh, orang akan berutang untuk membayar tagihan pemanas mereka, sehingga orang akan menjadi lebih miskin," katanya pada Jumat (24/6).


Konsumen berpotensi mencatat kenaikan hingga dua atau tiga kali lipat dari biaya energi mereka. Klaus Mueller, kepala regulator jaringan Bundesnetzagentur Jerman, mengatakan kepada penyiar ARD di hari yang sama bahwa dalam beberapa kasus, kenaikan sudah terjadi antara 30 persen dan 80 persen karena kenaikan harga dari musim gugur lalu.

Meski regulator telah mempertimbangkan berbagai skenario, namun menurut Mueller, sebagian besar "tidak bagus dan berarti terlalu sedikit bensin di akhir musim dingin atau situasi yang sudah sangat sulit di musim gugur atau musim dingin."

Jerman memicu Fase 2 dari tiga rencana gas daruratnya pada hari Kamis, yang mana hal itu dimulai ketika pemerintah melihat risiko tinggi kekurangan pasokan gas untuk jangka panjang. Tindakan tersebut merupakan hasil eskalasi terbaru dari kebuntuan antara Eropa dan Rusia sejak invasi negara itu ke Ukraina. Ketergantungan blok tersebut terhadap gas Rusia memaksa mereka untuk mencari sumber energi alternatif dengan panik.

Sementara itu krisis energi di Eropa telah mendorong negara-negara untuk mengebut ambisi hijau mereka untuk beralih ke alternatif energi baru. Namun itu tidak sepenuhnya berjalan mulus dengan dilema yang harus dihadapi oleh pembuat kebijakan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait