Pengendara Motor Paris Kesal Usai Parkir Tak Lagi Gratis, Tarifnya Bisa Sampai Rp588 Ribu
Unsplash/Earth
Dunia

Menurut balai kota Paris, kendaraan roda dua yang diparkir secara sembarangan di pinggir jalan bahkan trotoar, telah menyebabkan banyak kekacauan sehingga perlu menguranginya.

WowKeren - Di Paris, setengah juta pemilik sepeda motor dan moped memiliki kebebasan untuk parkir di mana pun secara gratis. Namun hal ini akan segera berubah.

Pasalnya mulai September mendatang, pengendara sepeda motor di ibu kota Prancis akan dikenai biaya hingga 3 euro (Rp47.000) per jam dan akan meningkat menjadi 37,50 euro (Rp588 ribu) untuk enam jam jika mereka meninggalkan sepeda dan moped mereka di jalan-jalan kota. Jadi, siapa pun yang tidak memiliki tiket akan diminta membayar tarif enam jam penuh.

Menurut balai kota, kendaraan roda dua yang diparkir secara sembarangan di pinggir jalan bahkan trotoar, telah menyebabkan banyak kekacauan. Tak pelak hal ini pun memicu kemarahan di kalangan pengendara sepeda motor Paris. Bahkan langkah itu dianggap sebagai upaya lain pemungutan pajak jalan.


"Kita perlu mengurangi kebisingan dan polusi. Semua ini adalah bagian dari logika regulasi kota yang lebih baik," kata David Belliard, wakil walikota yang mewakili partai Ekologi dan Hijau Eropa (EELV). "Segala sesuatu yang rendah emisi tentu saja akan tetap gratis, tetapi kami memasuki periode lain di mana kami membutuhkan parkir berbayar."

Teknisnya, pengendara harus membayar izin atau membeli tiket untuk parkir dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam setiap hari kecuali hari Minggu dan hari libur bank. Bagi penduduk atau mereka yang menggunakan sepeda motor atau moped untuk alasan profesional, ada yang namanya tarif preferensial. Setelah dua jam, semakin lama masa inap, semakin tinggi tarif per jam dengan tiket enam jam akan dikenakan biaya 37,50 euro.

Pada hari Minggu, puluhan pengendara sepeda motor berkumpul di Paris untuk memprotes kebijakan baru. Jean-Marc Belotti, koordinator Federasi Sepeda Motor Prancis mengecamnya sebagai tindakan antisosial. "Ini pukulan finansial yang nyata," katanya.

"Saya dapat memahami kemarahan atau ketidakpahaman mereka," kata Belliard. "Saat ini, kita berada dalam situasi di mana kita perlu mengatur ruang publik dengan lebih baik, karena ada banyak tempat parkir yang anarkis."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait