Howard Stern Muak Media AS Terus-terusan Beritakan Kematian Ratu Elizabeth II
Selebriti

Pemberitaan dengan porsi berlebihan adalah sesuatu yang aneh menurut Howard Stern. Hal itu mengingat Elizabeth II adalah ratu Inggris Raya. Sedangkan Amerika tidak memiliki seorang ratu.

WowKeren - Berita kematian Ratu Elizabeth II pekan lalu cukup mengejutkan dunia. Tak ayal, media-media di seluruh dunia pun turut memberitakan kematiannya, tak terkecuali di Amerika Serikat.

Namun rupanya, ada pihak yang merasa tak nyaman dengan pemberitaan kematian Elizabeth II yang terus-terusan. Penyiar radio kondang AS Howard Stern  mengungkapkan rasa muaknya terhadap pemberitaan semacam itu selama segmen The Howard Stern Show hari Senin (12/9).

Menurutnya, pemberitaan dengan porsi berlebihan adalah sesuatu yang aneh. Hal itu mengingat Elizabeth II adalah ratu Inggris Raya. Sedangkan Amerika sendiri tidak memiliki seorang ratu.

"Ini tradisi aneh dan saya merasa seperti, 'Ya Tuhan, cukup dengan berita Ratu!" katanya kepada co-host Robin Quivers ketika bahasan mengenai Elizabeth II keluar. "Maksudku, ini Amerika, kita tidak punya Ratu."


Pada dasarnya, dia tidak keberatan dengan pemberitaan kematian Elizabeth II. Dia pun paham bahwa Elizabeth II adalah sosok yang baik di mata rakyat Inggris. Dia telah melakukan tugasnya untuk negara. Namun ia menegaskan bahwa media AS seharusnya tak menjadikan itu sebagai pengalihan isu kasus Donald Trump saat ini.

"Maksudku, aku mengerti," lanjutnya. "Ratu adalah wanita yang baik, kurasa. Sepanjang hidupku Ratu telah menjadi Ratu yang sama dan ada tradisi di sana dan dia melakukan tugasnya untuk negaranya, saya paham tapi kita harus kembali ke Trump, di mana surat-surat itu mereka temukan di Mar-A-Lago."

Ketika Quivers menyela dan bertanya apakah Howard Stern tidak menyukai pengalihan berita Ratu, dia membalas, "Tidak, itu menjengkelkan!"

Terkait kasus Trump, hal itu mengacu pada harta karun dokumen rahasia yang ditemukan di Mar-A-Lago, rumah peristirahatan Trump di Florida, yang ditemukan selama pencarian bulan Agustus.

Sementara itu, pemberitaan mengenai kematian Elizabeth II masih berlanjut hingga sekarang. Raja Charles III yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Charles, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kematian ibunya adalah momen kesedihan yang luar biasa.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!