Kondisi terkini Nani Wijaya terungkap lewat video, yang membuat publik prihatin. Namun terlepas dari itu, Nani Wijaya adalah seorang aktris senior dengan perjalanan karier yang panjang.
- Jumat, 14 Oktober 2022 - 13:16 WIB
WowKeren - Kondisi selebriti Tanah Air kerap mengundang perhatian publik. Apalagi untuk sosok legendaris seperti Nani Wijaya. Nama artis kondang Nani Wijaya tentu sudah tak asing lagi di dunia perfilman Tanah Air. Dia dikenal sebagai salah satu artis senior yang telah berkiprah di dunia hiburan Indonesia sejak puluhan tahun lalu.
Tidak seperti dulu yang dikenal banyak membintangi film layar lebar dan sinetron, sosok Nani Wijaya kini mulai jarang muncul di layar kaca. Terbaru ia membintangi sinetron "Cinta Mulia" yang tayang sejak 2020 hingga 2021. Tak seperti artis lainnya yang aktif membagikan pembaruan di media sosialnya, kehidupan pribadi Nani Wijaya boleh dibilang jauh dari sorotan publik.
Namun, sebuah video terbaru yang dibagikan di platform TikTok baru-baru ini cukup menyita perhatian netizen. Dalam sebuah video yang diunggah pada Senin (10/10), terungkap bagaimana kondisi Nani Wijaya kini. Tampak seorang wanita berkerudung merah jambu duduk di samping Nani.
Dalam video itu, Nani tampak kurus dengan rambut yang sudah memutih. Tak pelak, kondisi Nani Wijaya membuat penggemar kembali merindukan sosoknya di layar kaca Tanah Air. Tak sedikit pula yang kemudian mendoakan Nani agar sehat-sehat selalu. Penampilan terbaru Nani Wijaya tentu membuat publik heboh.
Namun, terlepas dari penampilannya sekarang, Nani Wijaya adalah artis senior dengan seabrek karya, baik di layar televisi maupun di layar lebar. Untuk itu melalui artikel ini, tim WowKeren ingin mengajak pembaca untuk menyimak perjalanan karier Nani Wijaya selama berkiprah di dunia hiburan. Berikut ulasan lengkapnya.
(wk/Indr)1. Debut Akting di Usia 16 Tahun
Nani Wijaya lahir pada 10 November 1944. Setelah menamatkan sekolah SMA-nya, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dengan menimba ilmu di Universitas Indonesia. Di sana, ia mengambil jurusan Kriminologi di Fakultas Ilmu Sosial.
Ia kemudian terjun ke dunia perfilman dan memulai debut aktingnya pada tahun 1960 melalui film layar lebar "Darah Tinggi". Kala itu, usianya masih 16 tahun. Film ini disutradarai oleh Lilik Sudjio dan dibintangi oleh Elvieran Mahjudin, Gaby Mambo, Us Us, hingga S. Bagio. Film ini menceritakan sebuah lelucon yang terjadi karena kesalahpahaman.
2. Raih Penghargaan Pertama FFI Tahun 1978
Delapan belas tahun setelah debut film pertamanya, Nani Wijaya akhirnya berhasil memperoleh penghargaan pertamanya di Festival Film Indonesia (FFI) Tahun 1978. Aktingnya di film "Yang Muda Yang Bercinta" tahun 1977 telah membawanya memenangkan kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.
"Yang Muda Yang Bercinta" bukan satu-satunya film yang dibintangi Nani Wijaya tahun 1977. Di tahun yang sama, ia juga muncul di "Dukun Beranak", "Jumpa di Persimpangan", "Cinta Biru", "Gara-Gara Janda Kaya", "Senyum Nona Anna", hingga "Garis-Garis Hidup". Sebelumnya, ia juga telah membintangi "Wulan Di Sarang Penculik", "Seruling Senja", dan "Cinta Pertama".
3. Jadi Aktris Pendukung Terbaik FFI Lewat 'R.A. Kartini'
Setelah berhasil mengantongi piala pertamanya lewat "Yang Muda yang Bercinta", Nani kembali menyabet penghargaan di Festival Film Indonesia tahun 1983 untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik lewat "R.A. Kartini". "R.A. Kartini" merupakan sebuah film drama perjuangan Indonesia dan disutradarai oleh Sjumandjaja.
Selain Nani Wijaya, film ini juga dibintangi oleh artis senior Yenny Rachman, Bambang Hertanto, Adi Kurdi, hingga Chintami Atmanegara. Tayang pada tahun 1982, film berdurasi 165 menit ini menceritakan pahlawan nasional Ibu Kartini yang berusaha memperjuangkan hak-hak kaum wanita di Tanah Air seperti untuk mendapatkan akses ke pendidikan.
4. Kantongi Sejumlah Nominasi dan Penghargaan
Selama berkiprah di dunia hiburan, Nani Wijaya telah menunjukkan kemampuannya di dunia akting. Hal itu terbukti dengan sejumlah nominasi dan penghargaan yang diterimanya. Setelah menerima penghargaan pertama dan kedua tahun 1978 dan 1983, ia juga menerima Lifetime Achievement Award di Festival Film Bandung.
Nani Wijaya juga pernah masuk ke jajaran nominasi FFI sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik lewat "Bukan Sandiwara" tahun 1981, "Yang, Terlarang Tersayang" (FFI 1984), dan "Selamat Tinggal Jeanette" (FFI 1988). Ia kembali mendapatkan Lifetime Achievement Award di Indonesian Movie Actors Awards 2021 dan Indonesian Drama Series Awards 2022.
5. Namanya Melejit Lewat 'Yang Muda Yang Bercinta'
Pada tahun 1977, Nani Wijaya membintangi film yang berjudul "Yang Muda Yang Bercinta". Dari film keluarga ini, nama Nani Wijaya kian melejit. Terlebih lewat perannya dalam film itu, Nani berhasil mengantongi piala pertamanya, sebagaimana disebutkan sebelumnya. Film ini disutradarai oleh Sjuman Djaya dengan durasi 143 menit.
Selain Nani Wijaya, "Yang Muda Yang Bercinta" juga dibintangi oleh WS Rendra, Maruli Sitompul, Yati Octavia, dan Rudi Salam. Film ini bercerita mengenai Sony, mahasiswa sekaligus penyair yang tidak memiliki penghasilan tetap sehingga masih harus bergantung pada ayahnya yang merupakan pensiunan PNS.
6. Bintangi Lebih dari 100 Film layar Lebar
Julukan artis senior tak mengherankan disematkan kepada Nani Wijaya, mengingat dia telah membintangi lebih dari 100 film layar lebar. Setelah debut lewat "Darah Tinggi", karier Nani terus melejit dengan muncul di berbagai film seperti "Di Lereng Gunung Kawi", "Karmila", "Seruling Senja", dan "Roda-Roda Gila" pada tahun 1978.
Di tahun 1990-an, ia juga membintangi "Ratapan Anak Tiri III", "Pengantin Remaja" hingga "Tahu Beres". Pada tahun 2009, dia membintangi "Romeo Juliet" sebagai ibu Suparman dan Desi, "Paku Kuntilanak", dan "Ummi Aminah". Perannya sebagai Ummi Aminah membuatnya masuk ke dalam nominasi Indonesian Movie Actor Awards untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik.
7. Ikut Bintangi 'Si Doel Anak Betawi'
"Si Doel Anak Betawi" merupakan film drama keluarga yang diadaptasi dari novel karangan Aman Datuk Madjoindo dengan judul yang sama. Film ini tayang pada tahun 1972 dan disutradarai oleh Sjuman Djaja. Film ini selain dibintangi oleh Nani Wijaya, juga diramaikan oleh Rano Karno, Tuti Kirana, dan Benyamin S.
Film ini menceritakan Si Doel yang harus hidup berdua dengan sang ibu, setelah ayahnya meninggal dunia. Untuk membantu meneruskan hidup, Doel harus berjualan hingga kemudian ia bertemu dengan Asmad yang memberinya kesempatan untuk bersekolah. Film ini tayang dengan durasi 85 menit, yang dilanjutkan dengan sekuelnya "Si Doel Anak Modern".
8. Dikenal Sebagai Karakter Emak di 'Bajaj Bajuri'
Nani Wijaya sangat populer sebagai karakter Emak di sinetron "Bajaj Bajuri". Sinetron komedi ini ditayangkan di TransTV sejak tahun 2002 hingga 2007. Sinetron ini menceritakan kisah keluarga Betawi yang sederhana yang terdiri dari Bajuri (Mat Solar), Oneng (Rieke Diah Pitaloka) dan Nani Wijaya sebagai Emak, mertua Bajuri.
Bajuri bekerja sebagai sopir dan Oneng membuka salon kecil-kecilan. Keluarga mereka hidup sederhana, namun berhasil membuat pemirsa terpingkal-pingkal dengan interaksi lucu mereka. Akting Nani sebagai karakter Emak di sinetron ini berhasil membawanya untuk mendapatkan penghargaan Festival Film bandung untuk kategori Aktris Pembantu Sinetron Terpuji tahun 2005.
9. Bintangi Puluhan Sinetron Termasuk 'Tukang Bubur Naik Haji The Series'
Selain membintangi film layar lebar, wajah Nani juga akrab terlihat di layar televisi Tanah Air. Dia telah membintangi berbagai judul sinetron. Dia telah membintangi "Masih Ada Kapal ke Padang" tahun 1995 lalu, untuk memerankan karakter Amak Yunita. Nani juga dikenal membintangi sinetron "Si Cecep" bersama Anjasmara.
Selain dikenal lewat sinetron "Bajaj Bajuri", sosok Nani Wijaya juga sangat dikenal lewat sinetron "Tukang Bubur Naik Haji The Series". Di sinetron garapan SinemArt ini, Nani memerankan tokoh Emak Haji bersama dengan Mat Solar dan Uci Bing Slamet. "Tukang Bubur Naik Haji The Series" memiliki 2185 episode, yang merupakan sinetron terpanjang ketiga di Indonesia berdasarkan jumlah episodenya.