Kenaikan Berat Badan Tak Selalu Pertanda Buruk
TikTok/langsingtanpapusing_
Health

Coach Andri mengungkapkan bahwa cepatnya penurunan angka timbangan bukanlah satu-satunya indikator yang menentukan keberhasilan diet. Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan?

WowKeren - Selain lemak, indikator lain yang harus diperhatikan pada saat menurunkan berat badan adalah massa otot. Hanya saja, angka timbangan bisa saja akan mengalami kenaikan saat seseorang membangun massa otot. Namun jangan khawatir karena hal ini bukanlah langkah yang buruk. Pasalnya, membangun massa otot akan bermanfaat untuk memperbaiki metabolisme serta membuat tubuh jadi lebih berbentuk.

"Kadang ada yang target angka berat badannya 60 kilogram ternyata di 63 kilogram sudah mencapai target lingkar tubuh. Kalau sudah begitu, ya sudah enggak usah dikejar lagi target berat badan yang 60 kilogram ini. Kenapa? Karena kemungkinan itu ada kenaikan massa otot," beber Andri. "Oleh karena itu, enggak ada keharusan mengejar angka berat badan tertentu kecuali kalian ada tuntutan pekerjaan."

Dengan berat badan yang nyaris sama, bentuk tubuh seseorang akan terlihat jauh berbeda."Sekarang berat badan saya 67 kilogram sedangkan dulu 69 kilogram. Mungkin banyak orang yang bilang, 'wah cuma beda 2 kilogram saja'. Tapi, bisa dilihat kalau penampilannya berbeda karena komposisi badannya berbeda karena massa otot yang naik sedangkan lemak turun," tambah Andri. "Jadi, kelihatan lebih kencang dan berisi dan berbentuk. Mungkin, dulu 69 kilogram dengan kadar lemak yang lebih tinggi daripada sekarang."

(wk/yoan)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait