Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, COO Miss Universe Indonesia 2023 ternyata langsung ditahan pada Jumat (13/10). Berikut penuturan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo.
- Diah Candra Trisanti
- Jumat, 13 Oktober 2023 - 21:38 WIB
WowKeren - Skandal dugaan pelecehan seksual sempat mewarnai ajang Miss Universe Indonesia 2023. Isu tersebut mencuat usai beberapa finalis mengaku mengalami pelecehan saat dilakukan pemeriksaan tubuh. Menanggapi hal ini, bos Miss Universe Indonesia, Poppy Capella dan sang COO yakni Andaria Sarah Dewia langsung memberikan bantahan.
Namun belum lama ini Sarah telah ditetapkan sebagai tersangka. Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, ia pun langsung ditahan pada Jumat (13/10). Hal ini disampaikan langsung oleh Dirkrimum Polda Metro jaya Kombes Hengki Haryadi serta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.
Penahanan ini dilakukan sesuai aturan yang ada. Pihak kepolisian pun bertindak preventif dengan mencegah Sarah kabur ke luar negeri. Sebagai informasi, Sarah sudah lama tinggal di China.
"Terhadap saudari Andaria Sarah Dewia telah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka pada hari Kamis tanggal 12 Oktober 2023 dan dilakukan penahanan di Rutan Polda Metro Jaya pada tanggal 13 Oktober 2023," jelas Kombes Trunoyudo.
"Semua diatur secara prosedural aturan perundang-undangan (KUHAP). Alasan dilakukan penahanan mencegah tersangka ke luar negeri, untuk memudahkan penyidikan," imbuh Kombes Trunoyudo.
Adapun peran Sarah sendiri adalah sebagai penanggung jawab untuk mendisiplinkan para finalis. Atas perbuatannya, polisi menjerat Andaria Sarah Dewia dengan pasal 5, 6, 14 dan 15 Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 terkait dengan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Sementara itu, pihak Miss Universe Indonesia, Sally Giovanny selaku eks Regional Director Bali Miss Universe Indonesia sekaligus perwakilan para korban telah memberikan tanggapan. Sally menyebut bahwa bantahan yang disampaikan bos Miss Universe tidaklah benar. Ia bahkan menyebut pihak Miss Universe Indonesia telah memutarbalikkan fakta yang terjadi selama ini.
"Semuanya bohong, kayak memutarbalikkan fakta. Kan para korban sudah memberikan kesaksian bahwa memang 30 korban pelecehan itu semua dibuka, dan ada lima anak yang difoto," terang Sally Giovanny.
(wk/diah)