Artis muda Nayla Denny Purnama pemeran Vina Cirebon dalam film ‘Vina: Sebelum 7 Hari’ ikut memperlihatkan reaksi kelas buntut banyaknya desakan boikot usai filmnya dianggap kurang etis.
- Sisilia Rizky Azalea
- Kamis, 16 Mei 2024 - 15:10 WIB
WowKeren - Belakangan ini media sosial tengah ramai membahas kematian Vina Cirebon, yang mana kasusnya diangkat menjadi sebuah film. Dijadikannya kisah Vina dalam film ternyata menuai pro dan kontra dari masyarakat.
Beberapa orang menilai film Vina bisa menjadi jalan agar 3 pelaku yang masih menjadi buron bisa segera ditangkap. Namun, sejumlah kalangan menilai film karya sutradara Anggy Umbara yang diberi judul “Vina: Sebelum 7 Hari” itu kurang etis untuk ditonton.
Beberapa alasan film “Vina: Sebelum 7 Hari” dianggap tidak etis untuk diproduksi dibahas dalam akun X (Twitter) @konde_co. Salah satu alasan kuatnya lantaran film ini menayangkan adegan dewasa yang diperankan oleh anak di bawah umur.
”Seorang filmmaker dan kritikus film Nosa Normanda menilai, film Vina: Sebelum 7 Hari adalah jenis film yang ‘menjebak’ sampai tetap bisa lolos sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF) dan tayang di bioskop, meski tidak etis dalam hal muatannya,” bunyi informasi dalam tweet tersebut. “‘Kalau kita tahu itu horor dan itu nggak biopik [biografi], kan, ya udah, orang nonton horor. [Adegan] perkosaannya, perkosaan ‘bohong-bohongan’. Kan, orang mikirnya gitu. Tapi begitu jadi biopik, aduh! Masalah besar.’ kata Nosa.”
Karena beberapa bentuk protes itu, kabarnya muncul petisi agar film ini diboikot. Artis muda Nayla Purnama lantas menunjukkan reaksi bijak nan berkelas di tengah banyaknya desakan agar film “Vina: Sebelum 7 Hari” berhenti ditayangkan.
Alih-alih marah, Nayla memilih untuk memberi tahu pengikut Instagram-nya terkait alasan mulia di balik pembuatan film Vina. Nayla agaknya memiliki harapan yang sama seperti masyarakat yang lain, yakni ingin melihat tiga buron yang masih melarikan diri bisa segera ditangkap.
”Kenapa setuju film Vina dibuat? ‘Dulu kami saja yang berjuang, capek, lelah. Polisi selalu bilang, 'kami masih cari tiga pelaku', tapi sampai sekarang belum ditangkap. Setelah menjadi film, bukan hanya kami keluarga yang berjuang, tapi banyak masyarakat juga meminta agar tiga buron segera ditangkap,’ kata Marliyana,” bunyi informasi yang dibagikan ulang oleh Nayla.
Meski muncul banyak perdebatan, film “Vina: Sebelum 7 Hari” sejauh ini sudah disaksikan lebih dari tiga juta penonton. Banyak yang ikut bersimpati atas musibah yang menimpa Vina di masa lalu. Karena adanya film ini, makin banyak pihak yang ikut membantu memburu 3 DPO pembunuhan Vina yang masih kabur.
(wk/Sisi)