Tiko Aryawardhana suami Bunga Citra Lestari terancam mendekam di penjara selama 5 tahun usai dipolisikan mantan istri terkait dugaan penipuan dan penggelapan Rp 6,9 miliar. BCL lantas menunjukkan sikap kelas.
- Sisilia Rizky Azalea
- Rabu, 05 Juni 2024 - 08:08 WIB
WowKeren - Bunga Citra Lestari atau yang akrab disapa BCL tengah menjadi perbincangan hangat. Ia disorot usai sang suami, Tiko Aryawardhana dilaporkan mantan istrinya, AW terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 6,9 miliar.
Sejauh ini, BCL dan Tiko masih bungkam soal pemberitaan yang beredar. Namun, Tiko kabarnya sudah diperiksa oleh pihak kepolisian dan statusnya saat ini masih menjadi saksi.
Sehari lalu, BCL dan Tiko terungkap tengah pergi ke suatu tempat. Sayangnya, tak diketahui pasti tujuan BCL dan Tiko. BCL hanya memperlihatkan potretnya dengan Tiko tengah berada di dalam pesawat.
Kini aktivitas BCL di media sosial langsung menuai sorotan. Apalagi, ibu satu anak itu memposting Story baru ke Instagram. Alih-alih memberikan klarifikasi, BCL memilih bungkam.
Sebaliknya, BCL memilih untuk tetap memperlihatkan kebahagiaan di tengah kasus sang suami. Hal itu terlihat usai BCL membagikan banyak hidangan lezat yang diduga ia santap bersama Tiko.
Momen BCL menikmati beragam kuliner itu mengisyaratkan bahwa ia bersikap santai dan tenang meski beredar berita kurang sedap tentang sang suami. BCL juga memilih mengabaikan komentar netizen yang menyerbu postingan terakhirnya di Instagram.
Diketahui, AW telah mempolisikan suami BCL ke Polres Metro Jakarta Selatan. Kabar itu dibenarkan oleh kuasa hukum AW, Leo Siregar. Rupanya, AW telah mempolisikan Tiko sejak 2022 lalu, tetapi kasus ini baru dinaikkan statusnya ke penyidikan pada Februari 2024.
Dari keterangan yang disampaikan Leo, AW mulanya mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman, bernama PT Arjuna Advaya Sanjaya pada 2015 silam. AW dikatakan sebagai pihak yang melakukan pemodalan penuh atas bisnis tersebut. Di perusahaan itu, AW menjabat sebagai komisaris, sedang Tiko merupakan direktur.
AW kemudian mempercayakan seluruh urusan operasional kepada Tiko. Namun, ia terkejut kala Tiko di tahun 2019 ingin menutup bisnis mereka karena tak bisa membayar uang sewa. Setelah AW melakukan audit, ia menemukan adanya kejanggalan soal dana sebesar Rp 6,9 miliar yang diduga digelapkan oleh Tiko.
(wk/Sisi)