Polisi Sita Jaringan Penjualan Tiket Ilegal K-Pop dengan Menyamar Jadi Fans SEVENTEEN
Instagram/SEVENTEEN/Instagram
Selebriti

Polisi Korea Selatan berhasil membongkar jaringan penjualan tiket ilegal K-Pop dengan menyamar.

WowKeren - Polisi Korea Selatan baru-baru ini mengungkap dan membongkar sebuah jaringan penjualan tiket ilegal besar-besaran yang menargetkan konser K-Pop, termasuk menyamar sebagai fans SEVENTEEN untuk menangkap para penjual tiket gelap. Pada 11 Maret, Unit Investigasi Kejahatan Siber dari Kepolisian Provinsi Gyeonggi mengumumkan bahwa 16 orang telah ditangkap dengan berbagai tuduhan, termasuk menghalangi bisnis dan pelanggaran Undang-Undang Pertunjukan. Tiga orang yang diduga sebagai otak di balik jaringan ini kini ditahan sementara penyelidikan terus berlanjut.

Jaringan ini beroperasi dari Oktober 2022 hingga Januari 2025, dengan menciptakan komunitas online yang memiliki 1.309 anggota yang terlibat dalam perdagangan tiket ilegal. Di dalam grup tersebut, anggota berbagi perangkat lunak makro yang dirancang untuk secara otomatis membeli tiket konser begitu penjualan dibuka. Mereka juga saling bertukar strategi untuk berburu tiket, memantau fluktuasi harga, dan memberikan peringatan satu sama lain tentang pengawasan polisi.

Selama periode tiga tahun, jaringan ini menargetkan lebih dari 190 acara besar dan menjual kembali lebih dari 30.300 tiket secara ilegal, dengan total keuntungan sekitar 7,1 miliar won (sekitar $5,3 juta USD) yang didapat secara ilegal.

Menurut penyelidik, banyak tersangka memiliki pengalaman di industri TI, yang memungkinkan mereka memanfaatkan celah di platform penjualan tiket online. Program makro mereka dapat memilih tempat sebelum penjualan dibuka dan langsung menyelesaikan pembayaran begitu tiket tersedia—taktik yang dikenal sebagai “menunggu untuk pembayaran.” Jaringan ini juga menggunakan alat otomatis untuk membeli tiket yang dibatalkan dan membuat banyak akun untuk menghindari batasan pembelian tiket.

Untuk menangkap para tersangka, polisi meluncurkan operasi besar-besaran terhadap penjualan tiket ilegal pada Agustus 2024. Petugas awalnya menargetkan penjual kecil di luar venue konser sebelum memperluas penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar di balik operasi tersebut.


Salah satu operasi penyamaran yang menonjol adalah ketika petugas menyamar sebagai fans yang menghadiri konser SEVENTEEN dan mengatur pertemuan dengan seorang scalper yang menjual tiket VIP seharga 1,6 juta won, sementara harga aslinya adalah 198.000 won—kira-kira delapan kali lipat dari harga awal. Operasi ini berujung pada penangkapan tersangka di tempat.

Jaringan penjual tiket ini menargetkan banyak konser dan acara penggemar dengan permintaan tinggi yang melibatkan bintang-bintang besar Korea. Beberapa di antaranya termasuk tur dan pertunjukan yang melibatkan artis seperti G-Dragon, BLACKPINK, IU, dan Lim Young-woong.

Beberapa tiket dijual kembali dengan markup yang ekstrem. Sebagai contoh, tiket VIP untuk konser tertentu yang awalnya dihargai beberapa ratus ribu won dijual online hingga 90 juta won, tergantung pada permintaan.

Penyelidikan ini dilakukan bekerja sama dengan perusahaan hiburan, termasuk HYBE, serta platform penjualan tiket online besar yang menyediakan data pemantauan kepada pihak berwenang.

Polisi juga mengonfirmasi bahwa seorang pengembang perangkat lunak yang terhubung dengan operasi ini telah melarikan diri ke luar negeri dan saat ini berada di bawah pemberitahuan merah Interpol. Pihak berwenang terus memperluas penyelidikan untuk mengidentifikasi jaringan penjualan tiket ilegal lainnya yang beroperasi di dalam maupun luar Korea Selatan.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait