Javier Bardem kembali suarakan dukungan untuk Palestina dan kecam perang di Piala Oscar 2026.
- Senin, 16 Maret 2026 - 18:32 WIB
WowKeren - Javier Bardem kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu global dengan menyuarakan dukungan untuk pembebasan Palestina dan mengecam perang saat hadir di Piala Oscar 2026. Pada malam penghargaan yang berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026, Bardem berdiri di atas panggung bersama Priyanka Chopra untuk menyerahkan penghargaan Best International Feature yang dimenangkan oleh film "Sentimental Value."
Sebelum mengumumkan pemenang kategori tersebut, Bardem mengambil momen untuk menyampaikan pendapatnya tentang perang yang sedang berlangsung, terutama konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Ia menegaskan, "Tidak untuk perang," sambil mengenakan lencana merah yang bertuliskan frasa dalam bahasa Spanyol, "No a la guerra." Bardem juga mengenakan pin dengan tulisan "Free Palestine" yang menandakan dukungannya terhadap Palestina.
Pin yang dikenakan Bardem membawa simbol-simbol terkait wilayah Timur Tengah yang saat ini tengah bergolak akibat konflik yang melibatkan Israel dan kelompok Hamas. Selain Bardem, beberapa selebriti lainnya juga menunjukkan kepedulian politik mereka di acara tersebut. Selebriti seperti Charithra Chandran dari "Bridgerton" dan penyanyi pop Sara Bareilles juga mengenakan pin yang mendukung gerakan keadilan sosial, dengan beberapa pin bertuliskan "Just Peace" dan "Artists4Ceasefire" yang menyerukan perdamaian di tengah kekerasan yang terjadi di Palestina.
Komentar Bardem muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, di mana perang telah meluas selama minggu ketiga. Israel melancarkan serangan baru ke Iran dan Lebanon, dengan Presiden AS Donald Trump mengajak negara-negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz dalam menghadapi krisis energi yang semakin mendalam. Meskipun Trump berulang kali menyatakan bahwa perang akan segera berakhir, ia belum memberikan tenggat waktu yang jelas kepada rakyat Amerika.
Sementara itu, Menteri Energi AS, Chris Wright, memperkirakan bahwa konflik dapat berakhir dalam beberapa minggu ke depan. Namun, situasi di lapangan semakin rumit dengan pengerahan ribuan Marinir AS ke Timur Tengah dan peringatan bagi warga Amerika untuk meninggalkan Irak. Dalam sebuah wawancara, Trump menyatakan bahwa Iran bersedia untuk menegosiasikan gencatan senjata, tetapi AS belum tertarik untuk melakukannya karena persyaratan yang diajukan oleh Iran dianggap belum memadai.
(wk/timw)