Javier Bardem Ungkap Sikap Berani soal Palestina dan Maskulinitas Beracun
Instagram/Javier Bardem/Instagram
Selebriti

Javier Bardem berbicara blak-blakan tentang Palestina, maskulinitas beracun, dan cintanya pada Penelope Cruz.

WowKeren - Javier Bardem, aktor asal Spanyol yang dikenal luas, berbicara secara terbuka mengenai isu-isu penting seperti Palestina, maskulinitas beracun, dan hubungan cintanya dengan Penelope Cruz. Dalam penampilannya terbaru di Academy Awards, Bardem mengambil kesempatan untuk menyuarakan pesan damai dan mendukung kebebasan Palestina, yang menuai respons positif dari penonton.

Saat berdiri di panggung bersama Priyanka Chopra Jonas untuk mengumumkan pemenang kategori film internasional, Bardem mengungkapkan, "Tidak untuk perang, dan bebaskan Palestina." Pesan tersebut tidak hanya mendapatkan perhatian, tetapi juga tepuk tangan meriah dari hadirin. Bardem dikenal sebagai sosok yang vokal mengenai isu-isu sosial, dan tindakannya di panggung Oscar sejalan dengan sikapnya sebelumnya, di mana ia juga mengenakan keffiyeh di Emmy Awards dan menegaskan bahwa ia tidak ingin bekerja sama dengan pihak yang mendukung kekerasan di Gaza.

Bardem menunjukkan keberanian yang jarang terlihat dalam industri hiburan, yang sering kali berhati-hati dalam menghadapi isu politik. "Pertanyaannya justru, kenapa saya tidak melakukannya?" jelasnya. "Saya merasa punya ‘mikrofon’—dan saya berhak menyuarakan apa yang menurut saya salah.” Namun, ia juga menyadari adanya risiko yang harus dihadapi, termasuk kehilangan proyek dan kerja sama komersial akibat pendapatnya yang kontroversial.

“Beberapa proyek tiba-tiba batal, atau brand mundur. Tapi tidak apa-apa. Saya tinggal di Spanyol, Hollywood bukan satu-satunya tempat,” ujarnya, menunjukkan bahwa ia tetap berkomitmen pada prinsipnya meskipun ada konsekuensi yang menyertainya.


Di samping itu, Bardem juga mengeksplorasi tema maskulinitas beracun dalam proyek terbarunya, The Beloved, di mana ia berperan sebagai seorang sutradara yang egois dan emosional. Ia mengatakan bahwa peran ini mencerminkan budaya maskulinitas yang ia alami sejak kecil. "Kami diajarkan bahwa laki-laki itu lebih kuat dan dominan. Itu sepenuhnya salah," tegasnya, menyoroti kekhawatirannya terhadap kembalinya budaya maskulin yang toksik di era digital saat ini.

Sebagai seorang ayah dari dua anak, termasuk seorang putra remaja, Bardem merasa semakin bertanggung jawab untuk mengatasi masalah ini dan berkontribusi positif bagi generasi mendatang. Meskipun telah meraih kesuksesan luar biasa, Bardem tidak mengesampingkan tanggung jawab sosialnya dan tetap vokal mengenai isu-isu penting dalam masyarakat.

Karier Bardem terus bersinar hampir dua dekade setelah ia memenangkan Oscar untuk film No Country for Old Men. Ia terlibat dalam berbagai proyek besar, termasuk serial adaptasi Cape Fear di Apple TV+ dan kembali berperan sebagai Stilgar dalam Dune: Part Three. Selain itu, ia juga aktif dalam sejumlah proyek film Spanyol yang bersaing di festival internasional, menunjukkan komitmennya pada seni film.

Menariknya, di tengah kesibukan dan kesuksesannya, Bardem tetap berani bersuara tentang isu-isu yang dianggap penting, meskipun itu dapat menimbulkan risiko bagi kariernya. Keberaniannya untuk berbicara tidak hanya menegaskan posisinya sebagai seorang seniman, tetapi juga sebagai seseorang yang peduli pada isu-isu kemanusiaan dan sosial.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait