Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan arus mudik H-3 Lebaran 2026 berjalan lancar dan aman.
- Kamis, 19 Maret 2026 - 07:31 WIB
WowKeren - Menjelang Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melaporkan bahwa arus mudik pada H-3 Lebaran, tepatnya pada Rabu, 18 Maret 2026, berlangsung dengan lancar di semua sektor transportasi. Dari moda darat, laut, udara, hingga kereta api, semua terpantau dalam keadaan terkendali.
"Sampai dengan hari ini, Alhamdulillah, kegiatan mudik berjalan dengan baik di semua lini. Baik itu dari sisi darat, laut, udara maupun kereta api, semuanya terkendali," ujar Dudy saat meninjau pelepasan mudik di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta. Pernyataan ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam mengatur perjalanan masyarakat menjelang hari besar.
Menhub Dudy memberikan apresiasi khusus kepada Polri yang menyediakan program mudik gratis. Ia menilai bahwa inisiatif ini sangat efektif untuk mengurangi penggunaan sepeda motor dalam perjalanan jarak jauh, yang sering kali berisiko tinggi terhadap kecelakaan. "Masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kendaraan roda dua. Dengan bus, perjalanan menjadi lebih terencana, aman, dan nyaman. Harapannya, mereka sampai di kampung halaman dengan selamat dan kembali lagi ke rumah dengan sehat," tambahnya.
Lebih lanjut, Dudy juga mengimbau agar para pemudik mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga ketertiban selama jalur mudik. Pendapatnya sejalan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang juga hadir di lokasi dan menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat dapat mudik dalam kondisi sehat.
Budi memuji langkah Kapolri yang memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi dan pemudik sebelum berangkat. "Terima kasih Pak Kapolri sudah memfasilitasi pemeriksaan kesehatan. Umumnya peserta mudik dalam kondisi sehat. Masalah kesehatan terbesar dalam mudik adalah kecelakaan, yang sering kali dipicu oleh kondisi fisik yang tidak prima," jelas Budi.
Selain itu, Budi juga mengapresiasi kinerja Kementerian Perhubungan yang telah melakukan perbaikan pada sarana dan prasarana transportasi selama tiga tahun terakhir. Ia mengklaim bahwa perbaikan prosedur, kelayakan armada, hingga infrastruktur jalan telah berkontribusi dalam menurunkan angka kecelakaan secara signifikan dalam periode tersebut. "Alhamdulillah, berkat perbaikan signifikan pada jalan, bus, kapal laut, hingga prosedur operasional, jumlah kecelakaan menurun drastis dalam tiga tahun terakhir," pungkasnya.
(wk/timw)