Menteri Perhubungan mengajak masyarakat untuk hindari arus balik puncak Lebaran 2026.
- Rabu, 25 Maret 2026 - 01:42 WIB
WowKeren - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemacetan parah yang mungkin terjadi di jalur utama menuju wilayah Jabotabek.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Minggu, 22 Maret 2026, Dudy Purwagandhi meminta masyarakat untuk kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada tanggal 25-27 Maret 2026 dengan memanfaatkan masa Work From Anywhere (WFA) yang dianjurkan pemerintah. "Kami mengimbau masyarakat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret 2026 dengan memanfaatkan masa WFA," ujarnya.
Berdasarkan data dari Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), volume kendaraan yang diperkirakan akan memuncak pada arus balik pada 24 Maret mencapai 285 ribu unit, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan puncak arus mudik yang terjadi pada 18 Maret lalu, di mana tercatat sebanyak 270.315 kendaraan.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menambahkan bahwa pihak kepolisian telah memetakan tiga gelombang puncak arus balik. Gelombang pertama akan terjadi pada 24 Maret, disusul gelombang kedua dan ketiga pada tanggal 28 dan 29 Maret 2026. "Kami imbau masyarakat menghindari waktu-waktu puncak tersebut agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan berkeselamatan," tegas Irjen Agus.
Sejalan dengan pernyataan pemerintah, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, juga meminta pengguna jalan untuk merencanakan kepulangan lebih awal. Sebagai insentif, Jasa Marga akan memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen bagi pemudik. "Diskon tarif tol 30 persen berlaku selama dua hari pada 26-27 Maret 2026 di sembilan ruas Tol Jasa Marga Group untuk perjalanan menerus. Tujuannya agar distribusi volume lalu lintas terkendali," jelas Rivan.
Untuk memastikan kelancaran arus balik, Jasa Marga telah menyiapkan petugas yang siap siaga 24 jam serta mengoptimalkan gardu tol dan armada layanan lapangan. Pemantauan lalu lintas juga dilakukan secara real-time melalui JMTC dan informasi terkini dapat diakses oleh masyarakat melalui aplikasi Travoy, Call Center 14080, serta Radio Travoy FM.
(wk/timw)