Film baru ini mengisahkan tentang hubungan ayah dan anak dalam konteks keluarga yang rumit.
- Rabu, 25 Maret 2026 - 09:32 WIB
WowKeren - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan sebuah karya yang menyentuh hati melalui film berjudul ‘Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?’. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 April 2026 dan dibintangi oleh sejumlah aktor muda dan senior yang berbakat. Disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis bersama Oka Aurora, film ini diproduksi oleh Five Elements Pictures dan Kults Creative.
Film ini diadaptasi dari buku fenomenal karya Khoirul Trian dengan judul yang sama. Cerita ini berfokus pada seorang anak perempuan bernama Dira, yang tumbuh dalam lingkungan di mana ayahnya secara fisik ada, namun secara emosional terasa jauh. Dalam suasana keluarga yang penuh tekanan, Dira harus membawa beban orang dewasa lebih cepat daripada yang seharusnya.
Kisahnya berlatar belakang di rumah sekaligus warung 'Soto Bu Lia', di mana kehidupan keluarga ini tampak hangat dari luar. Namun, di balik facade itu, terdapat luka, utang, dan komunikasi yang tak pernah sepenuhnya terjalin. Ketegangan dalam keluarga semakin meningkat ketika insiden ledakan kompor menyebabkan sang ibu, Lia, mengalami luka parah. Sejak saat itu, keluarga mereka dipaksa menghadapi kenyataan pahit, mulai dari biaya pengobatan hingga rahasia yang selama ini disimpan rapat.
Dwi Sasono, yang memerankan karakter Yudi dalam film ini, mengungkapkan ketertarikan terhadap tema keluarga yang diangkat. Ia berkomentar, “Saya tertarik dengan tema keluarga yang diangkat film ini. Sosok ayah tidak selalu sesuai dengan gambaran ideal yang kita bayangkan.” Dengan pernyataan tersebut, Dwi menunjukkan bahwa film ini mencoba menggambarkan realitas yang ada dalam kehidupan banyak orang, di mana hubungan dalam keluarga seringkali lebih kompleks dari yang terlihat.
Film 'Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?' diharapkan dapat menjadi refleksi bagi penonton tentang hubungan ayah dan anak, serta tantangan yang dihadapi dalam keluarga. Melalui kisah Dira dan keluarganya, penonton diajak untuk merenungkan tentang arti sebuah keluarga, komunikasi yang efektif, dan dampak dari situasi yang sulit.
Dengan adanya film ini, diharapkan dapat menyentuh hati banyak orang dan memberikan perspektif baru mengenai peran ayah dalam keluarga. Film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah karya yang mengajak penonton untuk berpikir tentang realitas kehidupan dan hubungan antar anggota keluarga.
(wk/timw)