Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, desak Kapolri tangani kasus pengeroyokan di Polda Metro Jaya.
- Kamis, 02 April 2026 - 04:37 WIB
WowKeren - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang lebih dikenal dengan sebutan Mualem, mengecam keras insiden pengeroyokan terhadap Faisal Amsco, seorang warga Kota Langsa, Aceh. Kejadian tersebut berlangsung di lingkungan Polda Metro Jaya pada Kamis (26/3) pekan lalu, dan Mualem menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan kekerasan tersebut.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Banda Aceh pada Selasa (1/4/2026), Mualem menegaskan, "Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi pengeroyokan ini." Pernyataan ini muncul setelah Mualem mengunjungi Faisal yang saat itu sedang dalam proses pemulihan di kediamannya di Jakarta Selatan pada Senin (30/3) malam.
Insiden ini bermula ketika Faisal menghadiri agenda konfrontasi di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya bersama kuasa hukumnya. Namun, di lokasi yang seharusnya steril dan aman tersebut, Faisal malah menjadi target kekerasan. Mualem mengekspresikan rasa kecewanya, mengingat kejadian ini terjadi di dalam markas kepolisian, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat.
"Kantor polisi ini merupakan tempat orang mendapat perlindungan. Kenapa bisa terjadi hal seperti ini kalau bukan karena pembiaran?" ungkap Mualem dengan nada kecewa. Ia menambahkan bahwa kejadian ini mencederai rasa keadilan dan marwah institusi penegak hukum.
Menanggapi insiden tersebut, Mualem meminta kepada Kapolri Jenderal Polisi untuk memberikan perhatian khusus dan mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tegas terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual dan oknum aparat jika terbukti melakukan pembiaran.
"Kami mengharapkan Kapolri memberikan atensi khusus. Tindak tegas para pelaku, tokoh intelektual, serta oknum aparat yang turut terlibat," tambahnya. Mualem juga memperingatkan bahwa penanganan kasus yang tidak serius dapat meruntuhkan kepercayaan publik, khususnya masyarakat Aceh, terhadap institusi kepolisian.
Lebih lanjut, Mualem meminta agar diberikan jaminan perlindungan maksimal bagi korban dan saksi selama proses hukum berlangsung. Di akhir pernyataannya, ia mengajak tokoh-tokoh Aceh yang berada di Jakarta untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas. Mualem khawatir jika kasus ini tidak segera diselesaikan, akan muncul rasa tidak aman di kalangan warga Aceh yang tinggal di perantauan.
(wk/timw)