Zaskia Adya Mecca mengungkapkan kekecewaannya karena sidang pemukulan stafnya batal tanpa informasi.
- Selasa, 07 April 2026 - 19:04 WIB
WowKeren - Zaskia Adya Mecca mengungkapkan kekecewaan mendalam terkait penundaan sidang kasus pemukulan stafnya tanpa pemberitahuan yang jelas. Pada 7 April 2026, ia dan timnya sudah tiba di Pengadilan Militer Jakarta, namun sidang yang dijadwalkan tidak berlangsung seperti yang diharapkan.
Dalam unggahan di Instagram, Zaskia menceritakan pengalamannya yang penuh kejutan. Dia menyatakan, "Pagi ini aku, @hanungbramantyo & dua saksi sampai ke @pengadilanmiliterjakarta jam 9.50 pagi atas panggilan sidang lanjutan kasus Faisal dan Kala di bulan Oktober 2025. Jujur surprise ternyata kasus ini masih lanjut, karena kami kehilangan update kasus sejak Oktober."
Surat pemanggilan yang diterima Zaskia menunjukkan bahwa stafnya, Faisal, dipanggil untuk memberikan keterangan pada sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Namun, ketika mereka tiba, tidak ada seorang pun di lokasi, hanya ada petugas yang kebingungan. "Pagi tadi kami hadir tapi kaget banget pas sampai di @pengadilanmiliterjakarta ga ada orang. Hanya ada tukang. Lampu-lampu di ruangan gelap, petugas kami tanya juga kebingungan," tulisnya.
Zaskia menegaskan bahwa mereka tidak mendapatkan informasi mengenai penundaan sidang, yang membuat mereka merasa bingung dan kehilangan arah. "Jadi kami lost, cuma dikabarin suruh datang hari ini jam 10.00. Kami semua datang, tapi enggak ada apa-apa. Sidangnya ditunda, kami enggak diinformasiin. Semua orang bingung," ungkapnya.
Dalam video yang diunggah, Zaskia terlihat berbicara dengan petugas yang berjaga, menanyakan tentang penyampaian informasi terkait penundaan sidang. Petugas tersebut menjelaskan bahwa informasi biasanya disampaikan oleh Oditurat Militer, namun tampaknya tidak ada komunikasi yang jelas dalam hal ini.
Hanung Bramantyo, yang juga hadir, turut mempertanyakan proses selanjutnya setelah penundaan sidang yang tidak terduga ini. Mereka hanya disarankan untuk menunggu surat panggilan yang baru. "Jujur bingung. Harusnya siapa yang mengabarkan ke kami kalau sidang batal? Lalu kapan lagi kalau di reschedule?" kata Zaskia melanjutkan uneg-unegnya.
Insiden pemukulan yang dialami oleh staf Zaskia bermula pada September 2025, ketika Faisal mengantar Kala ke sekolah. Dalam perjalanan, mereka berhadapan dengan pengendara motor yang melawan arah. Zaskia menjelaskan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut, di mana Faisal dan Kala hampir ditabrak, dan ketika Faisal membunyikan klakson, pengendara motor tersebut tidak terima dan menghadang mereka.
Faisal mengalami kekerasan fisik yang parah dalam insiden itu. Zaskia menjelaskan, "Staf kami tersebut mengaku dipukuli sampai jatuh, leher dan pinggangnya diinjak, serta kepalanya diserang hingga helmnya rusak." Pelaku yang menyerang Faisal mengklaim sebagai anggota suatu institusi, namun tidak mengungkapkan institusi tersebut dan segera pergi saat didekati warga.
Kekecewaan Zaskia atas kurangnya komunikasi dalam proses hukum ini menjadi sorotan. Ia mempertanyakan, "Bukannya persidangan ini hal yang melibatkan banyak orang? Kenapa kalau cancel orang-orang yang terkait dan dipanggil dilupakan begitu saja? Apa ini hal yang biasa terjadi di persidangan militer?"
Situasi ini menunjukkan pentingnya transparansi dan komunikasi yang lebih baik dalam sistem peradilan, khususnya dalam kasus yang melibatkan banyak pihak. Zaskia berharap agar ke depannya hal ini dapat diperbaiki agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
(wk/timw)