Zaskia Adya Mecca membagikan kisah anaknya yang hadir dalam sidang pemukulan stafnya oleh oknum TNI.
- Kamis, 16 April 2026 - 14:06 WIB
WowKeren - Zaskia Adya Mecca baru-baru ini mengungkapkan tentang kondisi anaknya, KM, yang hadir dalam sidang yang mempertemukan mereka dengan terdakwa pemukulan stafnya, Niko. Sidang berlangsung di Pengadilan Militer II Cakung pada Rabu, 15 April 2026. Dalam kesempatan itu, Zaskia menceritakan bahwa KM sempat berinteraksi langsung dengan terdakwa yang telah meminta maaf atas perbuatannya.
Dalam sidang tersebut, Zaskia menyatakan, "Tadi sudah ngomong bahwa beliau menyesal karena, saat itu katanya situasinya lagi kalut, istrinya lagi harus operasi, ibunya lagi kritis. Tadi, langsung minta maaf sama KM, menjelaskan." Zaskia menegaskan bahwa terdakwa menunjukkan penyesalan yang mendalam setelah kejadian tersebut. Meskipun demikian, Zaskia menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan meski ada saling memaafkan.
Lebih lanjut, Zaskia menjelaskan bahwa selama masa penahanan, Niko tidak dapat bertemu keluarganya, termasuk ibunya yang sedang kritis. "Katanya sudah ditahan dari pertama laporan masuk. Efeknya enggak bisa ke mana-mana ya karena ditahan, bahkan ibunya kritis pun beliau tidak bisa menemui ibunya, enggak ada handphone, enggak ada apa, jadi putus hubungan," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Zaskia juga membagikan kabar baik mengenai kondisi putrinya. Ia menuturkan bahwa KM sudah mulai pulih dari trauma yang dialaminya. "Tadi dia cerita, trauma 10 hari pertama, tapi habis itu dia sudah kembali pulih. Ya, biar jadi anak yang kuat," ungkap Zaskia.
Juru Bicara Pengadilan Militer II, Mayor Laut Arin Fauzan, juga memberikan penjelasan mengenai tahapan persidangan yang masih panjang. Menurutnya, kehadiran KM dalam sidang bertujuan untuk membantu memperjelas kronologi peristiwa. "Apabila selesai semua tidak mengajukan barang bukti tambahan ataupun saksi, maka segera dilaksanakan tuntutan," jelasnya.
Arin Fauzan menambahkan bahwa setelah tuntutan, proses hukum akan berlanjut dengan pembelaan dari terdakwa hingga putusan akhir. Ia memastikan bahwa persidangan akan berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Insiden pemukulan yang melibatkan staf Zaskia, Faisal, terjadi pada September 2025, ketika Faisal mengantar KM ke sekolah. Mereka terlibat insiden yang melibatkan motor yang melawan arah di Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Diungkapkan oleh Zaskia, saat itu Faisal terpaksa membunyikan klakson karena hampir ditabrak. Namun, pengendara motor yang tidak terima kemudian menghadang mereka.
Zaskia menjelaskan dengan rinci mengenai tindak kekerasan yang dialami oleh Faisal. Ia mengungkapkan bahwa stafnya tersebut dipukuli hingga jatuh, leher dan pinggangnya diinjak, serta kepalanya diserang hingga helmnya rusak. Tindak kekerasan ini dilakukan oleh seseorang yang mengklaim sebagai anggota dari sebuah institusi, namun tidak menyebutkan nama institusi tersebut sebelum melarikan diri ketika warga mendekatinya.
(wk/timw)