Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi pencopotan baliho film 'Aku Harus Mati' yang dinilai sensitif.
- Selasa, 07 April 2026 - 20:02 WIB
WowKeren - Kontroversi mengenai baliho film 'Aku Harus Mati' menarik perhatian publik dan mendapat respons langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Baliho yang berisi materi promosi sensitif ini resmi dicopot setelah menimbulkan sorotan terkait isu kesehatan mental. Pramono menegaskan bahwa pemasangan iklan dengan konten yang sensitif tidak boleh terjadi lagi karena dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat.
“Yang seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif, dan ini berdampak bagi masyarakat, maka ini tidak boleh terulang kembali,” ujar Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta Pusat pada Senin, 6 April 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga sensitivitas dalam promosi yang dapat memengaruhi kesehatan mental masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DKI Jakarta dan Satpol PP. Pramono mengungkapkan bahwa mereka telah menerima laporan dari berbagai jajaran terkait, termasuk Diskominfotik, mengenai pemasangan baliho tersebut. Dalam waktu singkat, baliho itu akhirnya diturunkan dari lokasi pemasangannya.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta dan Satpol PP, termasuk biro iklan, baliho tersebut sudah kami turunkan,” jelasnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tidak ada lagi pemasangan iklan yang dapat memicu kontroversi serupa di masa mendatang.
Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan biro reklame yang bertanggung jawab atas pemasangan billboard tersebut. Hal ini menunjukkan respons cepat dari pemerintah daerah dalam menangani isu-isu yang dapat mempengaruhi masyarakat.
Kontroversi ini menunjukkan betapa pentingnya pertimbangan dalam pemasangan iklan, terutama yang berkaitan dengan tema sensitif seperti kesehatan mental. Dengan adanya pernyataan tegas dari Gubernur Pramono Anung, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang dan masyarakat dapat terhindar dari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.
(wk/timw)