Meski kecewa, Netflix menemukan pelajaran berharga dari batalnya akuisisi Warner Bros.
- Sabtu, 18 April 2026 - 00:02 WIB
WowKeren - Netflix baru-baru ini mengalami kekecewaan setelah batalnya akuisisi Warner Bros. Discovery. Meskipun begitu, CEO Netflix, Ted Sarandos, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan pelajaran berharga dari proses yang berlangsung. Selain menerima uang ganti rugi sebesar Rp47 triliun, mereka juga merasa bahwa pengalaman ini membantu mereka menguji disiplin investasi dan membangun kekuatan dalam merger dan akuisisi (M&A).
Dalam wawancaranya terkait laporan pendapatan kuartal pertama tahun 2026, Sarandos menjelaskan, "Manfaat terpenting dari seluruh proses ini adalah kami menguji disiplin investasi kami. Ketika biaya kesepakatan ini meningkat melebihi nilai bersih bagi bisnis kami, kami bersedia mengesampingkan emosi dan ego dan mundur." Hal ini menunjukkan bahwa Netflix memiliki prinsip yang kuat dalam pengambilan keputusan investasi besar.
Sarandos juga menambahkan, "Kami bertemu banyak orang hebat di Warner Bros. Discovery selama proses ini. Jadi, jika ada emosi dalam semua ini, itu adalah kekecewaan karena tidak dapat bekerja sama dengan orang-orang tersebut." Netflix sebelumnya telah setuju untuk membeli Warner Bros. Discovery dengan tawaran tunai sebesar US$83 miliar, namun terpaksa membatalkan kesepakatan tersebut pada 26 Februari 2026 setelah Paramount Skydance meningkatkan tawaran mereka.
Dalam kompetisi akuisisi ini, Paramount Skydance berhasil menjadi pemenang dengan tawaran sebesar US$31 per saham, yang totalnya mencapai US$111 miliar. Akibatnya, Paramount harus membayar Netflix sebesar US$2,8 miliar karena menikung proses akuisisi ini. CFO Netflix, Spence Neumann, mengungkapkan, "Sekarang kami bergerak maju, dan kami bergerak maju dengan US$2,8 miliar di kantong yang tidak kami miliki beberapa minggu yang lalu." Ini menunjukkan bahwa meskipun kehilangan akuisisi, Netflix tetap mendapat keuntungan finansial yang signifikan.
Sarandos menegaskan bahwa Netflix berkomitmen untuk menjadi "pembangun dan bukan pembeli" dalam industri ini. Ia menyadari bahwa ada banyak pertanyaan terkait kemampuan perusahaan dalam melakukan kesepakatan sebesar itu. Namun, ia merasa optimis, "Kami telah belajar banyak tentang eksekusi kesepakatan dan integrasi awal. Kami sangat bangga dengan tim yang telah melakukan semua pekerjaan itu." Dengan pengalaman yang didapat, Netflix kini lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan dan memastikan keputusan investasi yang lebih bijak.
Netflix sebelumnya telah setuju untuk membayar US$27,75 per saham untuk membeli aset Warner Bros. Discovery dan HBO Max, yang membawa nilai perusahaan mencapai US$82,7 miliar. Meski langkah tersebut dibatalkan, Netflix tetap percaya bahwa akuisisi akan menjadi hal yang baik jika diikuti dengan harga yang sesuai. Sarandos menyimpulkan bahwa perusahaan tidak terikat untuk melakukan akuisisi, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki strategi yang lebih luas dalam mengembangkan bisnis mereka.
(wk/timw)