Danantara Perkuat Investasi untuk Kesejahteraan Pengendara Ojek Online
Instagram/Danantara/Instagram
Selebriti

Danantara fokus pada investasi untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online di Indonesia.

WowKeren - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, atau yang lebih dikenal sebagai Danantara, mengumumkan komitmennya untuk terus mengevaluasi peluang investasi demi memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif bagi masyarakat Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari mandat lembaga untuk memastikan kesejahteraan dan keberlanjutan dalam sektor ekonomi.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media, Tim Komunikasi Danantara Indonesia mengatakan, "Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami dalam memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia." Hal ini menunjukkan tekad Danantara untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui investasi yang strategis dan berkelanjutan.

Danantara menegaskan pentingnya disiplin dalam menilai setiap peluang investasi. Proses penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kesesuaian strategis, fundamental ekonomi, profil risiko dan imbal hasil, serta penciptaan nilai jangka panjang. Dengan pendekatan ini, Danantara berharap dapat memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Baru-baru ini, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan langkah strategis yang diambil Danantara dengan membeli sebagian saham dari aplikator ojek online (ojol). Tujuan dari aksi korporasi ini adalah untuk menurunkan potongan komisi yang diterima pengendara ojol. Sebelumnya, potongan tersebut berkisar antara 10 hingga 20 persen, dan kini akan ditekan menjadi hanya 8 persen.


Menurut Sufmi Dasco, keterlibatan pemerintah dalam kepemilikan saham ini diharapkan mampu membawa perubahan dalam sistem dan kebijakan yang ada. “Paling pertama adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Dari semula 10 atau 20 persen, kini aplikator hanya akan mengambil 8 persen,” jelas Dasco dalam pernyataannya.

Dia juga menambahkan bahwa status hubungan kerja antara pengendara ojol dan perusahaan mitra masih dalam tahap simulasi. Dasco menekankan bahwa organisasi para pengemudi ojol akan dilibatkan secara aktif dalam proses perumusan kebijakan ini melalui dialog yang konstruktif.

Langkah Danantara ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dilaporkan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang secara khusus mengatur pemangkasan potongan pendapatan pengemudi ojek daring agar tidak melebihi 10 persen. “Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen,” tegas Presiden Prabowo dalam pernyataannya.

Inisiatif ini diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan bagi kesejahteraan pengemudi ojek online di Indonesia, serta menandai komitmen Danantara untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan investasi yang lebih baik dan berkeadilan bagi semua pihak.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait