Pakar ekspresi menilai permintaan maaf Sarwendah tidak tulus dan lebih ke klarifikasi.
- Senin, 08 Juni 2026 - 13:04 WIB
WowKeren - Video permintaan maaf yang diunggah oleh Sarwendah Tan baru-baru ini menjadi sorotan publik, terutama setelah ditanggapi oleh pakar ekspresi, Kirdi Putra. Sarwendah, yang dikenal sebagai mantan personal Cherrybelle, dianggap tidak benar-benar menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Kirdi Putra menilai bahwa ekspresi dan bahasa tubuh Sarwendah lebih menunjukkan klarifikasi daripada penyesalan yang sebenarnya.
Kirdi Putra menjelaskan bahwa dari segi verbal, kata-kata yang diucapkan oleh Sarwendah tidak memenuhi standar permintaan maaf yang seharusnya. "Jadi buat saya, apa yang ditampilkan oleh Sarwendah dengan yang kita katakan sebagai permintaan maaf, itu buat saya tidak lebih dari bentuk klarifikasi yang banyak sekali hal yang patut dipertanyakan. Secara verbal, kata-kata yang disampaikan Sarwendah itu tidak memenuhi kaidah sebuah permintaan maaf yang tulus," ungkapnya. Menurut Kirdi, video tersebut lebih terkesan sebagai pembelaan diri daripada permintaan maaf yang tulus.
Lebih lanjut, Kirdi juga menyoroti bahasa tubuh Sarwendah yang terlihat gugup saat menyampaikan pernyataannya. "Dari non-verbal, perhatikan deh. Dari awal tangannya begini (kedua tangan saling menggenggam), itu salah satu pertanda bahwa dia nervous, iya wajar. Pertanyaannya, kapan dia terlihat paling gugup? Ketika dia cerita tentang anaknya, tangannya makin kencang tuh, dia takut, dia sedih, ya wajar sebagai seorang ibu nggak mau anaknya ikut terbawa-bawa," jelasnya.
Kirdi Putra menambahkan bahwa tidak terlihat adanya perubahan ekspresi yang signifikan pada bagian-bagian yang seharusnya menunjukkan penyesalan atau rasa bersalah. "Menjelang akhir, tangannya sudah agak lebih santai, itu artinya dia merasa lega bahwa ini sudah lewat. Tetapi pada poin-poin penting, ketika permintaan maaf kalau dia merasa bersalah, apakah itu akan terjadi perubahan yang signifikan? jawabannya tidak. Artinya apa? Ini buat dia hanya basa-basi. Jadi targetnya dia melakukan ini apa? Kita tidak tahu," tuturnya.
Kontroversi ini berawal dari sindiran Sarwendah kepada Ruben Onsu mengenai nafkah Rp200 juta. Namun, dalam sebuah rekaman, Sarwendah terlihat melontarkan kata-kata kasar kepada mantan suaminya tersebut. Pihak Ruben Onsu pun menjelaskan bahwa mereka menghentikan pemberian nafkah karena Ruben tidak mendapatkan akses untuk bertemu dengan anak-anaknya setelah perceraian.
Berikut video yang diunggah Sarwendah terkait permintaan maafnya:
Dengan berbagai tanggapan yang muncul, video ini memperlihatkan bagaimana masyarakat merespons tindakan Sarwendah. Banyak warganet yang menganggap bahwa video tersebut tidak menyampaikan penyesalan yang tulus, melainkan lebih kepada usaha untuk membela diri. Hal ini menunjukkan bagaimana pentingnya ekspresi dan komunikasi non-verbal dalam menyampaikan pesan yang tepat.
Ketika seorang publik figur membuat pernyataan, reaksi dari masyarakat sering kali sangat cepat dan beragam. Sarwendah, yang menjadi sorotan dalam kasus ini, tampaknya harus menghadapi banyak kritik terhadap cara dia menyampaikan permintaan maafnya. Apakah video ini akan berdampak pada citranya di mata publik? Hanya waktu yang akan menjawab.
(wk/timw)